SURABAYAPAGI.com, Blitar - Awal masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang seharusnya para siswa baru SD dan SMP di Kota Blitar sudah menerima seragam. Namun hingga kini, bantuan seragam sekolah dari Pemerintah Kota Blitar belum juga dibagikan lantaran mengalami keterlambatan atau molor.
Keterlambatan ini disebabkan oleh kendala pada saat menunggu data siswa baru yang resmi diterima berdasarkan hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB). Alhasil, para siswa terpaksa menggunakan baju seragam lama mereka.
“Saat ini, siswa dapat memakai seragam lama mereka hingga seragam baru tersedia,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri, Minggu (21/07/2024).
“Kami harus memastikan data yang kami gunakan adalah data akhir sehingga pengadaan seragam dapat sesuai dengan jumlah siswa yang ada,” jelasnya.
Diketahui, progres bantuan seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP, saat ini masih memasuki tahap pengadaan. Sehingga Dinas Pendidikan Kota Blitar menargetkan pembagian seragam bisa dilakukan pada pertengahan Agustus 2024.
Pemerintah Kota Blitar sendiri bahkan sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar untuk program pengadaan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya pengadaan kain serta ongkos jahit, yakni dengan nominal sebesar Rp100 ribu untuk SD dan Rp110 ribu untuk SMP.
Ongkos tersebut berlaku untuk satu stel seragam sekolah. Dan nantinya siswa akan mendapat 3 stel seragam sekolah sehingga ongkos jahit yang diberikan juga akan sebanyak 3 kali.
“Kami telah mengatur anggaran dengan cermat, termasuk biaya jahit yang bervariasi untuk siswa SD dan SMP,” terangnya
Meskipun terdapat keterlambatan, pihaknya tetap optimis bahwa pembagian seragam dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap semua pihak dapat bersabar dan mendukung proses pengadaan ini agar berjalan lancar. bl-01/dsy
Editor : Desy Ayu