SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Festival layang-layang yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung yang berlokasi di Pantai Dlodo. Sebanyak ratusan layang-layang tersebut kian indah menghiasi langit di Tulungagung.
selain sebagai bentuk melestarikan budaya, agenda kemarin juga ditujukan sebagai upaya untuk mengungkit sektor pariwisata di pesisir selatan.
Sekda Tulungagung Tri Hariadi mengungkapkan, selain sebagai bentuk melestarikan budaya, agenda tersebut juga ditujukan sebagai upaya untuk mengungkit sektor pariwisata di pesisir selatan, sekaligus wadah bagi para pegiat atau pecinta layang-layang dari berbagai wilayah.
“Ada juga yang dari Jogja. Karena kami ingin kenalkan Pantai Dlodo melalui festival layang-layang ini,” jelasnya, Senin (22/07/2024).
Lebih lanjut, festival yang digelar di pantai Kecamatan Kalidawir itu ternyata juga memiliki karakteristik yang sesuai untuk menggelar event masyarakat, termasuk festival layang-layang. Dengan demikian, diharapkan dapat menjadi media komunikasi yang baik dalam upaya edukasi.
“Harapan kita dengan adanya festival ini ada edukasi. Karena layang-layang adalah warisan budaya. Apalagi saat ini sudah semakin berkembang. Ada unsur budaya dan olahraga,” kata Tri.
Hal lain yang juga tak kalah penting adalah upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata di wilayah pesisir selatan. Kemudahan akses menuju pantai tak lepas dari dampak positif dari proyek nasional, jalur lintas selatan (JLS). Dengan kemudahan akses itu, Tri mengaku, pemkab merencanakan festival layang-layang masuk dalam kalender event tahunan.
Dengan demikian pula, nantinya festival layang-layang di Tulungagung dapat menarik minat ratusan pecinta dan pegiat layang-layang di berbagai daerah. Mulai dari Kediri, Ponorogo, Blitar, Surabaya, hingga Jogjakarta. Sementara peningkatan ekonomi dari kegiatan pariwisata juga ikut meningkat.
“Harapannya juga untuk meningkatkan ekonomi di pantai selatan,” ucapnya. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu