SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam momentum peringatan Hari Koperasi ke-77, kota Surabaya menyajikan gebyar kewirausahaan yang memukau dengan paduan motif batik tradisional Surabaya yang dipadukan dengan sentuhan kekinian. Acara ini menjadi wadah bagi para perempuan penggerak ekonomi di Surabaya untuk berkompetisi dalam memperlihatkan kontribusi mereka.
Eri Cahyadi, Walikota Surabaya, dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya terhadap perkembangan industri batik Surabaya yang siap melangkah ke pasar internasional.
"Dari batiknya Surabaya, kita sudah saatnya untuk go internasional. Hari ini, organisasi Wanita Surabaya telah memberikan contoh konkret bagaimana melalui fashion, kita bisa bersaing di tingkat global," ujarnya dengan antusias.
Dr. Tri Siwi Agustina, SE.,M.Si., Ketua Pusat Kewirausahaan dan Relasi Industri (PKRI) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga, yang turut menjadi salah satu juri dalam kompetisi UMKM Scale Up, menyatakan pentingnya kompetisi ini dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Surabaya.
"Kompetisi ini menyoroti kontribusi sosial dan lingkunagn yang diberikan oleh UMKM dan organisasi Wanita Surabaya, serta bagaimana mereka mampu memanfaatkan potensi lokal untuk berkembang," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa acara semacam ini memberikan inspirasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan mendapat apresiasi atas usaha mereka.
"Saya sangat mendukung inisiatif seperti ini. Terlalu sering kita melihat UMKM hanya sebagai bisnis kecil-kecilan, namun mereka memiliki potensi besar untuk mempekerjakan lebih banyak orang, mengurangi angka pengangguran, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dengan praktik ramah lingkungan," tambahnya.
"Dengan inisiatif seperti ini, saya berharap para perempuan Surabaya dapat semakin berani dalam mengungkapkan ide dan kreativitas mereka, dengan semangat 'arek Surabaya' yang mandiri dan berwirausaha. Ini akan membuka jalan bagi wirausaha-wirausaha lainnya untuk bangkit," tutupnya.
Gebyar Wirausaha 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk memperlihatkan kepiawaian dalam berkarya, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat peran UMKM dan organisasi Wanita dalam ekonomi lokal Surabaya, serta mengangkat batik Surabaya sebagai kebanggaan budaya yang siap bersaing di pasar global. Zis
Editor : Mariana Setiawati