Desak Oknum Wartawan Penyerang Perizinan ASSI, BHS Siap Tempuh Jalur Hukum

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Menyikapi pemberitaan miring dari media online yang memojokkan PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI), CEO dan Penasehat Utama PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengambil sikap tegas.

BHS menyoroti ulah oknum wartawan yang diduga menjatuhkan perusahaan galangan kapal melalui media massa yang tulisannya menggiring opini publik dan memojokkan PT. ASSI.

Media yang memuat berita tentang perijinan sejumlah galangan kapal di Madura tersebut, terlihat lebih menyerang dan membandingkan kondisi regulasi antar galangan dengan PT. ASSI yang sudah terlebih dahulu mengantongi izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) oleh Kementerian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. 

BHS merasa tak terima atas tuduhan kontroversial tersebut. Ada dugaan memutar balikkan fakta dengan melaporkan komparasi perizinan itu ke Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair). 

"Kemarin ada oknum wartawan WhatsApp saya, tujuannya ya negatif mencoba mengontroversikan. Saya pasti akan cari dan permasalahkan oknum yang berupaya menyerang ASSI," tegas Bambang Haryo, Rabu (24/7/2024).

Oknum wartawan itu, kata BHS, mencoba mempermasalahkan perizinan PKKPRL. Dimana aturan itu baru terbit pada 2021 dan sosialisasi dilakukan oleh KKP RI dan KKP Jatim pada 2022 dan 2023.

"Semenjak tersosialisasikan, ASSI langsung mengambil langkah pengecekan dan mematuhi aturan. Salah satu syarat perizinan memang tidak mudah," sambungnya.

Antara lain melengkapi dokumen prinsip, izin lingkungan, AMDAL dan lainnya. Bahkan, harus mendapat rekomendasi dari Angkatan Laut dan konsultasi terkait data batimetri terkini dan rekomendasi KKP Jatim-Bali bahwa area ASSI layak sebagai kawasan industri.

Butuh waktu panjang selama enam bulan dan proses rumit untuk menuntaskan hingga surat itu resmi diterbitkan. Namun tiba-tiba ada berita yang memojokkan PT. ASSI yang merupakan anak perusahaan miliknya.

"Perizinan ini sudah melalui proses yang panjang meliputi analisis dampak lingkungan. Kita sudah selesai semua tidak ada masalah. Galangan di seluruh Indonesia kira-kira baru 20 persen yang memiliki izin karena tidak gampang memperoleh izin ini," tegasnya.

Bambang Haryo Soekartono pun merasa tak terima atas tuduhan kontroversial yang dinilai tak berdasar tersebut. Perusahaan akan meminta hak jawab kepada media itu dalam waktu 3x24 jam mulai dari hari ini.

BHS juga siap mengambil langkah hukum sampai oknum wartawan tersebut mau mengklarifikasi ulang pernyataan mereka secara terbuka di media.

"Karena perizinan ini yang mengeluarkan kementerian. Mereka seolah meremehkan kinerja kementerian," ungkap BHS.

Oknum wartawan itu mengatakan jika PT. ASSI sudah bisa mendapatkan izin lengkap sedangkan galangan lain kesulitan sehingga seolah-olah ada rekayasa pemberian izin dari pemerintah.

"Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi. Kita dipikir melakukan rekayasa sama kementerian, bukannya malah diapresiasi. PT ASSI ini adalah galangan yang mempunyai reputasi yang luar biasa," jelasnya.

"Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) saja membangun kapal ternak pertama di Indonesia di Adiluhung dan diresmikan oleh Pak Jokowi. Puluhan pejabat perhubungan, KKP, dan sebagainya juga para menteri pernah datang ke sana.Jadi ini adalah satu-satunya galangan yang dinilai oleh pemerintah menjadi galangan contoh atau teladan," tegas BHS.

Ia menduga aksi oknum wartawan tersebut bertujuan menjatuhkan reputasi perusahaan dan mengarah pada upaya perbuatan tidak menyenangkan.

"Inilah yang saya katakan, tidak boleh oknum yang melakukan (perbuatan tidak menyenangkan, red) itu mencemari Madura karena saya juga sebagai dewan pembangunan Madura, saya banyak ditokohkan oleh orang Madura. Mereka juga pasti tidak mau dikotori oleh oknum yang merusak iklim usaha di Madura. Ini tidak boleh terjadi di Madura," katanya.

"Saya akan mempermasalahkan hal ini dan ini pernah terjadi pada 2008 dan pada akhirnya tokoh ikut turun membantu. Sebab galangan ini adalah salah satu pendukung sektor ekonomi di Madura," ungkap Anggota DPR RI 2024-2029 terpilih itu. 

BHS berharap situasi yang tidak kondusif atas oknum-oknum seperti ini harus diberantas habis.

"Saya sudah sampaikan kepada Dir Polair tugas kepolisian untuk memberantas hal-hal yang membahayakan terhadap usaha yang ada di perairan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. ASSI, Anita Puji Utami menegaskan jika PT. ASSI merupakan galangan yang produktif dan telah meraih banyak penghargaan dari beberapa instansi terkait dan juga dipercaya sebagai fasilitas maintenance dan pembangunan kapal dari Kemenhub.

PT. ASSI sudah banyak mengantongi sertifikasi dari Kemenhan RI sebagai fasilitas pembangunan kapal dan perawatan armada RI seluruh Indonesia. Termasuk sertifikasi dari Pertamina dimana persyaratan dan verifikasi ini membutuhkan efford baik secara SDM, perijinan, fasilitas, manajemen yang sudah dilaksanakan dengan baik. Byb

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…