SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Vinfast, mobil listrik produksi asal Vietnam juga makin eksis di Tanah Air. Vinfast bahkan menjadi pabrikan mobil listrik pertama yang menjual produknya dengan skema sewa baterai. Pilihan tersebut, ternyata paling diminati konsumen.
“Mulanya kami pikir komposisi akan 30-70, tapi nyatanya terbaik. Paling banyak pilih skema sewa baterai,” ujar CEO VinFast Indonesia Temmy Wiradjaja, Senin (29/07/2024).
Sebagai pendatang baru, Vinfast pun memikat pengunjung pameran dengan program penjualan. Selama GIIAS 2024, mereka melancarkan diskon harga yang relatif menarik untuk menjaring konsumen.
Adapun, Vinfast meniagakan dua model yakni VFe34 dan VF5. Di mana harga dua model tersebut - dengan baterai- selama pameran dibanderol Rp 367,2 juta dan Rp 286,450 juta. Padahal harga normalnya masing-masing Rp 408,2 dan Rp 310 juta.
Sementara harga dengan skema sewa baterai, VFe34 dijual Rp 314 juta dan VF5 Rp 241,8 juta untuk harga normal. Pada GIIAS 2024, masing-masing model tersebut dibanderol Rp 273 juta dan Rp 218,250 juta.
Temmy mengatakan Vinfast akan memperluas cakupan di Indonesia dengan memperluas jaringan penjualan dan purna jual. Hingga Agustus 2024, mereka menargetkan punya 25 jaringan dealer.
“Mayoritas ada di Jabodetabek, dan sisanya ada di beberapa kota besar termasuk Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar,” imbuhnya.
Sebagai informasi, mengingat saat ini masa pakai baterai masih menjadi persoalan dalam industri kendaraan listrik. Apalagi, harga komponen utama terkait sangat mahal yang mencakup 40 persen harga jualnya.
Sehingga, VinFast hadir menawarkan kebijakan penyewaan baterai, suatu potensi baru yang bisa memisahkan komponen battery pack dari harga pembelian mobil. Dengan penawaran ini, VinFast berkomitmen untuk mengatasi kekhawatiran yang paling mengganggu pemilik kendaraan listrik yakni degradasi baterai. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu