Pro Kontra Larangan Mobil ICE di 2035, Uni Eropa Fokuskan Produk Net-Zero

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BMW M4 CS. SP/ JKT
BMW M4 CS. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Rencana Uni Eropa (UE) untuk melarang penjualan mobil baru dengan mesin ICE pada 2035 menuai pro kontra. Banyak dukungan dan juga kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya kritikan dari Kubu BMW.

CEO BMW Group Oliver Zipse itu mengklaim jika keputusan tersebut salah dan hanya akal-akalan untuk mempercepat peluncuran bahan bakar sintetis atau e-fuels. Ia juga menyebut bahwa Komisi Eropa harus mempercepat ketersediaan bahan bakar elektronik agar penggunaannya praktis pada tahun 2035.

“Saat ini ada banyak indikasi bahwa Komisi UE sedang mengupayakan solusi palsu dengan pelarangan mesin pembakaran hanya dengan membuka diri terhadap e-fuels,” kata Zipse, Minggu (11/08/2024).

Berbeda dengan rivalnya seperti Audi dan Mercedes-Benz, BMW melakukan pendekatan yang berbeda yakni tetap mempertahankan mesin ICE untuk beberapa tahun mendatang.

Berbeda dari pandangan BMW, Porsche justru telah berinvestasi dalam pengembangan bahan bakar sintetis (e-fuels) sebesar 100 juta dolar AS, dengan 75 juta dolar AS digunakan untuk mengakuisisi kepentingan di HIF Global LLC pada April 2022 lalu. seperti komitmennya dalam pengembangan teknologi seperti Direct Air Capture (DAC).

Diketahui sebelumnya, produsen mobil, perusahaan energi, dan LSM lingkungan telah mengeluarkan peringatan mendesak agar tidak mencabut larangan de facto UE pada tahun 2035 atas penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel baru menjelang pertemuan para pemimpin UE.

Berdasarkan undang-undang UE, mobil baru yang dijual setelah tahun 2035 tidak diperbolehkan mengeluarkan emisi CO2, yang secara de facto melarang penjualan mobil baru dengan mesin pembakaran internal, seperti mobil diesel atau bensin, dan lebih fokus mendukung untuk meningkatkan kapasitas manufaktur Eropa untuk teknologi dan produk net-zero. jk-02/dsy

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…