Heboh! Diduga Lakukan Kekerasan Fisik ke Siswa, Pelatih Basket di Sekolah Surabaya Harus 'Dipecat'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu karangan bunga yang dikirimkan. SP/ SBY
Salah satu karangan bunga yang dikirimkan. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu sekolah di Kota Surabaya, yakni SMAK St. Louis 1 baru saja menuai pro kotra terkait pelatih bola basket di sekolah tersebut. Berawal dari kejadian terhadap siswa di SMAK St. Louis 1 Surabaya pada awal bulan Desember 2025 di arena DBL Surabaya, bermula adanya dugaan kekerasan fisik yang berujung adanya luka psikis terhadap para siswa-siswi SMAK papan atas.

Diketahui, SMAK St. Louis 1 Surabaya, juga dikenal sebagai SMA Sinlui 1 yang terletak di Jl. M. Jasin Polisi Istimewa No. 7 (dahulu menjadi bagian dari Jalan Dr. Soetomo), Keputran, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya juga berada pada satu kelompok bangunan dengan Gereja Katedral Hati Kudus Yesus dan Biara Soverdi Arnoldus.

Sekolah ini sejak dulu memang terkenal sebagai pencetak bibit unggul para pemain basket di jawa timur. Namun sayangnya, sosok pelatih basket yang diduga telah melakukan perbuatan arogan tersebut berasal dari kota blitar dan menurut sumber yang tidak mau disebutkan dan di percaya, yang bersangkutan bergabung di SMAK St. Louis 1 Surabaya sejak tahun 2019 hingga sekarang.

Akibat ulahnya terkenal yang sangat temperamental, arogan menjadi kritik pedas, ditambah juga ketika anak didiknya tidak fit fisiknya justru muncul kata – kata kotor yang tidak selayaknya diucapkan oleh seorang guru atau pelatih. Namun perhatian publik kini bergeser ke arah lain tentang sikap pihak sekolah yang dinilai janggal, defensif, dan penuh kemarahan yang lebih condong melindungi sang pelatih basket.

Tentu saja hal itu berpotensi memunculkan kegaduhan yang meluas di kalangan para orang tua wali murid SMAK St. Louis 1 Surabaya. Di sisi lain Dalam pernyataan resminya, pihak sekolah dengan tegas menyebut bahwa “tidak ada satupun pengaduan dari siswa maupun orang tua” terkait dugaan kekerasan verbal fisik maupun psikis.

Lebih lanjut, seharusnya pihak sekolah lebih tenang dan kooperatif, terutama wakil pimpinan sekolah yang justru menaikkan nada suaranya, serta menuduh para wartawan yang hanya meminta klarifikasi malah dituduh sebagai suruhan club sekolah lain yang notabenenya sebagai kompetitornya.

Diketahui setelah mendapatkan aduan dari masyarakat Lembakum Indonesia Jawa Timur yang menugaskan Divisi PPA untuk melakukan klarifikasi kepada pihak St. Louis, Perbasi Surabaya & Perbasi Jatim baik secara langsung maupun melalui surat, namun tidak ada tindak lanjut yang jelas terkait dengan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Pelatih bola basket St Louis yang dikenal arogan & kasar tersebut.

Berkaitan dengan tidak ada tindak lanjutnya terhadap kejadian tersebut, maka ada kegiatan menggelar  kegiatan Karangan bunga pada hari Jumat (09/01/2026) siang, di lokasi SMAK St. Louis 1 Surabaya.  Selain itu, juga terdapat gerakan gelar karangan bunga di depan SMAK St. Louis 1 Surabaya.

“Kita ingin pihak sekolah segera menyelesaikan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelatih bola basket pada anak di bawah umur, itu merupakan hal yang tidak bermoral, itu bukan moral seorang guru atau seorang pelatih terhadap murid didiknya, hal itu sudah tegas diatur dalam undang-undang yang melindungi anak di bawah umur, tidak boleh diperlakukan kasar, tindakan kekerasan secara fisik terhadap Siswa yang masih di bawah umur,” ungkap Brilian Ardana Riswari, S.H., M.Kn dari Unit kerja divisi PPA LEMBAKUM INDONESIA, Jumat (09/01/2026).

Dengan harapan, agar pihak sekolah dapat mengeluarkan pelatih tersebut pasalnya hal tersebut tidak sesuai dengan SOP yang tidak harus dilakukan oleh seorang pelatih. Kami meminta  pelatih supaya dikeluarkan dari sekolah dengan harapan agar tidak mengulangi perbuatannya pada siswa siswa yang lain. 

Sementara itu, menindaklanjuti persoalan yang sedang viral tersebut, pihak sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkap jika pihaknya tidak tau menahu terkait karangan bunga dan jika ingin melaporkan kasus ini bisa ke kantor polisi bukan ke sekolah. "Suruh bawa pulang semua karangan bunga ini, siapa yang suruh pasang seperti ini, kalau mau laporkan, bisa laporkan ke pihak polisi," ujar salah satu pihak sekolah yang tak mau disebutkan namanya.

Sedangkan salah satu wali murid juga ikut berkomentar terkait peristiwa yang membuat heboh tersebut. Salah satu orang tua siswa berinisial Y mengaku tidak tau menau terkait peristiwa yang diduga kekerasan fisik pada siswa hingga kiriman karangan bunga yang mmebuat heboh pihak sekolah. "Saya tidak tau ada peristiwa kekerasan tapi dari karangan bunga ini, saya selalu orang tua juga ikut khawatir," pungkas salah satu wali murid. sb

Berita Terbaru

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …