Ponorogo Krisis Air, Warga Desa Wates Berbondong-bondong ke Sungai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu warga di Dukuh Krajan Tengah, Desa Wates Ponorogo rela mengambil air dari sungai dampak krisis air bersih. SP/ PNG
Ilustrasi. Salah satu warga di Dukuh Krajan Tengah, Desa Wates Ponorogo rela mengambil air dari sungai dampak krisis air bersih. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Musim kemarau membuat sejumlah desa di wilayah Ponorogo, Jawa Timur krisis air bersih lantaran kekeringan ekstrem. Bahkan warga berbondong-bondong pergi ke sungai untuk berburu air.

Diketahui, kesulitan air bersih yang melanda Desa Wates, Ponorogo memang akibat kemarau panjang. Sehingga sumber air di wilayah yang berada di kawasan pegunungan itu tidak keluar maksimal.

“Kalau untuk mencuci dan mandi ya di sungai, itu pun jauh harus jalan kaki. Nggak bisa menggunakan kendaraan,” jelas Ketua RT 2 RW 3 Dukuh Krajan Tengah, Slamet.

Warga bahkan rela berjalan kaki dengan menempuh jarak sekitar satu kilometer hanya untuk mengambil air sungai yang nantinya akan dimanfaatkan untuk keperluan mandi dan mencuci.

“Cari air bersih itu sulit banget, jauh, harus jalan kaki lewatnya sawah. Ngambil air di sungai pun juga antri. Air sungainya itu sebenarnya jernih, tapi kadang-kadang nggak kebagian. Antre juga sama warga lain,” jelas Sri Suyanti, salah satu warga Dusun Krajan Tengah, Rabu (14/08/2024).

Adanya peristiwa tersebut warga berharap pemerintah daerah melalui BPBD maupun instansi terkait lainnya rutin melakukan droping air bersih di dukuh Krajan Tengah yang tengah dilanda musim kemarau ekstrem. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…