Anjlok Drastis Rp 1.000 per Kg, Petani Pilih Biarkan Tomatnya Membusuk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu petani tomat di Madiun, Jawa Timur sedang meninjau tanamannya di kebun. SP/ MDN
Ilustrasi. Salah satu petani tomat di Madiun, Jawa Timur sedang meninjau tanamannya di kebun. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Imbas harga tomat di Desa Banjaransari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang anjlok drastis hingga mencapai Rp 1.000 per kilogramnya (Kg) membuat para petani harus pasrah dan membiarkan tanaman budidaya nya membusuk di kebun.

Padahal diketahui, untuk harga normal tomat sebelumnya bisa mencapai Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kilo. Bahkan menjelang lebaran, harga tomat di pasaran bisa mencapai Rp 25 ribu per kilo. Tentu saja dengan anjloknya drastis harga tomat tersebut membuat banyak petani rugi total.

"Kalau kami panen merugi masih biaya panen. Daripada merugi, para petani banyak memilih membiarkan tomat membusuk daripada dipetik," Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun, Suharno, Minggu (18/08/2024).

Lantas, Suharno mengungkap, jika saat ini banyak petani yang membiarkan buah tomatnya tidak dipetik hingga harga naik. Tentu saja hal itu justru membuat banyak tomat membusuk di pohon dari pada harus dijual dengan harga murah. Lantaran terlalu lama dibiarkan di kebun.

"Kalau ada tetangga mau ambil ya silakan ambil petik sendiri," tandas Suharno.

Lebih lanjut, Suharto berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat terkait masalah tersebut. Dirinya juga mencontohkan seperti negara tetangga, Thailand yang membeli hasil panen petani yang harganya anjlok lalu diekspor ke luar negeri.

"Kalau di Thailand negara membeli hasil panen petani kemudian di ekspor sehingga petani tidak rugi. Kalau disini petani seperti single fighter (bertarung sendiri). Kalau rugi yang dirasakan sendiri," tands Suharno.

Dengan demikian para petani tidak merugi dan terus dapat menanam aneka produk pertanian di lahannya masing-masing dengan ada yanh menjembatani ekspor. md-02/dsy

Berita Terbaru

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Belakangan ini banyak sekali calon manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan yang bertanya-tanya soal kepastian kerjanya. Sebagian besar…

DPR Bahas Kondisi Ekonomi RI dengan Menteri

DPR Bahas Kondisi Ekonomi RI dengan Menteri

Jumat, 25 Sep 2026 08:17 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hari ini menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan…