SurabayaPagi, Surabaya - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar "Program Mini MBA In Property" untuk mencetak pengusaha developer dari kalangan milenial agar program pemerintah menyediakan rumah bagi rakyat dapat tercapai.
Pelatihan pendidikan intensif bagi developer milenial yang digelar di gedung Srijaya Surabaya ini diminati oleh pengusaha muda yang bergerak di bidang properti, tercatat semua peserta menyimak dan antusias pada materi pembiayaan properti dari Direktur Assets Management BTN Elizabeth Novie Riswanti. Rabu (11/9/2024).
Margaret Srijaya menerangkan, pelatihan bagi pengusaha developer dari kalangan milenial ini adalah program turunan dari BPP HIPMI dan BTN dan ternyata diminati oleh pengusaha muda dari berbagai daerah.
Margaret menambahkan, pelatihan ini juga akan digelar di 5 daerah seperti Medan, Makassar, Banjarmasin, Bali dan Jawa Barat yang harapannya bisa membawa kebermanfaatan pada pengurus dan anggota HIPMI di daerah.
"Kalau misalnya satu tahun kita bisa bikin 5-7 program kan itu otomatis itu sudah ratusan developer milenial dari HIPMI yang nantinya kita harapkan bisa berimbas positif kepada ekosistem dan pengembangan dunia properti di Indonesia," terangnya.
Dari pelatihan semacam ini, Elizabeth Novie Riswanti menerangkan bahwa BTN ingin membina dan mengembangkan developer muda agar target pemerintah dapat menyediakan perumahan skala subsidi hingga rumah mewah bagi masyarakat bisa terpenuhi, karena BTN hingga September 2024 pihaknya telah menyalurkan pembiayaan perumahan sekitar 70 persen dari target 200 ribu perumahan.
"Bahkan kalau subsidi ini sudah habis kuotanya, jadi kita yakin tercapai," tuturnya.
Sedangkan terkait target pembiayaan perumahan pada tahun 2025, Elizabeth optimis BTN bisa meningkatkan dari 200 ribu menjadi 300 ribu unit. "Yang memberikan kredit ini bukan cuma BTN, kan BRI juga ada KPR, BNI juga ada, memang paling besar kita," sebutnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris umum BPD HIPMI Jatim Endra Brahmantya merasa bersyukur bahwa Jawa Timur menjadi tuan rumah untuk melatih developer muda, karena kebutuhan properti di Jawa Timur cukup tinggi.
"Tentunya nanti teman-teman di daerah kan tersebar dari banyak HIPMI di Kabupaten dan di daerah menjadi tahu potensi lahan yang memang bisa digarap untuk menjadi sektor properti di daerah masing-masing," pungkasnya. Byb
Editor : Redaksi