2 Eks Pimpinan KPK Terpental

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Jadi Calon Pimpinan KPK Periode 2024-2029. Keduanya Johan Budi Sapto Pribowo dan Pahala Nainggolan. Disusul dari Calon Polri, Didik Agung Widjanarko dan Jaksa, Harli Siregar 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seleksi calon pimpinan (capim) KPK saat ini ketat. Dua eks pimpinan KPK, Johan Budi Sapto Pribowo dan Pahala Nainggolan, terpental. Sampai Kamis (3/10/2024)

menyisakan 10 orang peserta untuk masuk ke tahapan fit and proper test di DPR.

Sejumlah aktivis antirasuah kaget nama mantan juru bicara KPK Johan Budi Sapto Pribowo, ikut terpental. Sementara Wakil Ketua KPK saat ini Johanis Tanak, namanya masih masuk ke dalam daftar capim. Juga Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi, tergusur.

Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh menyebut nama-nama 10 orang peserta telah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Nama-nama tersebut selanjutnya akan diserahkan ke DPR untuk selanjutnya dilangsungkan fit and proper test.

Kamis (3/10/2024), mantan pimpinan KPK Saut Situmorang, menerangkan KPK 5 tahun ke belakang mengalami situasi yang bermasalah. Dia menyebut KPK pernah dipimpin pemimpin yang tidak jujur bahkan tidak hidup sederhana.

"Ini kan persoalannya kita udah mengalami 4, 5 tahun ini pemimpin yang tidak jujur, pimpinan yang kemudian tidak peduli, tidak disiplin tidak mandiri, tanggung jawabnya apalagi, hidup sederhananya apalagi naik helikopter segala macam gitu," kata Saut.

Karena itulah, kata Saut, penting saat ini DPR mencermati 9 nilai integritas saat menguji capim KPK. Dia menyebut pimpinan KPK di masa yang akan datang harus mempunyai kriteria 9 nilai integritas.

"9 nilai itu adalah nilai yang harus dijaga di KPK jadi, pimpinan DPR atau komisi III harus melihat ini," imbuhnya.

 

Paling Sedikit Keburukannya

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengimbau DPR untuk memilih lima pimpinan KPK yang berkualitas.

"Sekarang kita tinggal imbau DPR nya untuk bisa memilih dari ke 10 orang ini adalah orang-orang yang paling sedikit keburukannya, karena kalau mencari orang yang berintegritas agak susah ya dari 10 orang ini kita mencari orang yang integritasnya bagus," kata Samad kepada wartawan, Rabu (2/10/2024)

"Mungkin yang perlu diperhatikan DPR dari 10 ini dicari yang paling sedikit keburukannya," sambungnya.

Samad mengatakan DPR bisa menganulir atau menolak 10 nama itu bila dirasa ternyata tidak ada yang berintegritas. Dia menyebut nantinya DPR bisa mengembalikan 10 nama itu ke pansel lalu dilakukan seleksi ulang.

"Sebenarnya kalau DPR mau konsistensi betul-betul memilih yang berintegritas ternyata dari 10 orang ini DPR melihat tidak ada yang memenuhi syarat, maka dia bisa menganulir menolak, dia kembalikan ke pansel dan pansel melakukan rekrutmen orang ada itu mekanisme," ujarnya.

Pansel KPK diketahui telah menyerahkan masing-masing 10 calon pimpinan KPK dan calon Dewas KPK ke Presiden Jokowi pada Selasa (1/10/2024).

 Total 20 nama akan diserahkan Jokowi ke DPR untuk mengikuti fit and proper test.

10 nama Capim KPK yang sudah diserahkan untuk ikuti fit and proper test adalah Agus Joko Pramono, Ahmad Alamsyah Saragih, Djoko Poerwanto, Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Ida Budhiati, Johanis Tanak, Michael Rolandi Cesnanta Brata, Poengky Indarti dan Setyo Budiyanto.

Sementara 10 nama capim Dewas KPK diantaranya Benny Jozua Mamoto, Chisca Mirawati, Elly Fariani, Gusrizal,  Hamdi Hassyarbaini, Heru Kreshna Reza, Iskandar Mz, Mirwazi, Sumpeno dan Wisnu Baroto.

Sementara yang tidak lolos seleksi capim KPK mencakup Didik Agung Widjanarko (Polri), Harli Siregar (jaksa),I Nyoman Wara (PNS), Johan Budi Sapto Pribowo (lembaga negara), Muhammad Yusuf (PNS), Pahala Nainggolan (PNS), Sang Made Mahendrajaya (lain-lain), Sugeng Purnomo (jaksa), Wawan Wardiana (PNS),Yanuar Nugroho (lain-lain).

 

Alasan Johan Budi Maju

Johan Budi menjelaskan alasan mendaftar sebagai capim KPK. Dia menilai kondisi internal KPK yang tengah terpuruk menjadi salah satu pemicunya.

"Kalau ditanya kenapa saya daftar KPK? Karena saya ingin ikut memberantas korupsi secara langsung. Kedua kita ketahui bersama sekarang kalau kita lihat dari ukuran persepsi publik dari beberapa survei menunjukkan lembaga KPK sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Mantan Jubir KPK ini mengaku terdorong untuk mengembalikan citra KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi yang disegani publik.

"Berangkat dari sanalah mungkin saya bisa lolos. Saya ingin kata-kata mutiaranya itu ingin mengembalikan muruah KPK," katanya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Pertalite akan Dibatasi, Siapa Dirugikan?

Pertalite akan Dibatasi, Siapa Dirugikan?

Jumat, 14 Agu 2026 01:41 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:41 WIB

SURABAYAPAGI.com - Penggunaan BBM Pertalite, tak lama lagi mau dibatasi. Pembatasan itu berkaitan dengan penyaluran BBM RON 90 Pertamina yang belum sepenuhnya…

Disodok Said Iqbal, Wakil Ketua DPR Berdalih

Disodok Said Iqbal, Wakil Ketua DPR Berdalih

Jumat, 14 Agu 2026 01:38 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:38 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pimpinan DPR bertemu dengan perwakilan serikat buruh untuk membahas RUU Ketenagakerjaan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia…

Diterpa Kasus Keracunan Ketua SPPG Karanganyar

Diterpa Kasus Keracunan Ketua SPPG Karanganyar

Jumat, 14 Agu 2026 01:35 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 01:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, melakukan pembenahan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk…

Direktur Niaga PT Garuda, Diberhentikan, Usai Saham GIAA

Direktur Niaga PT Garuda, Diberhentikan, Usai Saham GIAA

Kamis, 13 Agu 2026 23:20 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memberhentikan sementara Reza Aulia Hakim dari jabatan Direktur Niaga Perseroan mulai 14 Agustus 2…

Menteri UMKM Dikejar Target Salurkan Kredit Rp 2.000 triliun 

Menteri UMKM Dikejar Target Salurkan Kredit Rp 2.000 triliun 

Kamis, 13 Agu 2026 23:18 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tugas tambahan atau pekerjaan rumah (PR) bagi Menteri Usaha Mikro, K…

Galaxy Z Fold 8, Pecahkan Rekor Preorder

Galaxy Z Fold 8, Pecahkan Rekor Preorder

Kamis, 13 Agu 2026 23:16 WIB

Kamis, 13 Agu 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com – Galaxy Z Fold 8 series mencatat rekor preorder tertinggi untuk lini ponsel layar lipat Samsung di Asia Tenggara dan Oseania. Di Indonesia, p…