Pemdes Ketanen Panceng Sulap Bekas Tambang Galian Batu Kapur Jadi Wisata Dino Gunung Pundut

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wisata Dino Gunung Pundut Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Gresik yang mulai dikunjungi banyak wisatawan domestik meski belum rampung pembangunannya. SP/M Aidid
Wisata Dino Gunung Pundut Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Gresik yang mulai dikunjungi banyak wisatawan domestik meski belum rampung pembangunannya. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Satu lagi tempat wisata keren lahir dari rahim Bumi Pantura Gresik. Kini, masyarakat Gresik disuguhkan dengan hadirnya Dino Park Wisata Gunung Pundut (WGP) Desa Ketanen, Kecamatan Panceng.

Dengan mengusung konsep zaman batu, wisata bekas tambang kapur ini berisi replika berbagai jenis Dinosaurus bermacam ukuran dan mampu bergerak serta mengeluarkan suara. Mulai parasaurolophus, pteranodon, t-rex, dan banyak lagi.

Tak sampai di situ, para pengunjung dapat juga menaiki wahana motor dino dan dokar dino, berkeliling wisata sambil menikmati keindahan batu kapur. Ada juga kolam renang untuk anak-anak.

Dan hari ini, Sabtu (19/10/2024), Siswa-Siswi MTs Muhammadiyah 7 kelas 9 Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik mulai pukul 08.05 WIB melakukan tugas Bahasa Indonesia di Wisata kebanggaan masyarakat Panceng ini. Para siswa diminta untuk mencatat asal usul, jenis, dan kehidupan Dinosaurus.

Menurut salah satu siswa, Dani, tugas ini sangat menarik, karena bisa sekaligus rekreasi, menyatu dengan alam. Harapan siswa akan ada lagi kegiatan seperti ini dengan tempat dan tugas yang berbeda.
"Tugas penulisan terkait Dino sudah sering dilakukan banyak sekolah dari wilayah Gresik," ungkap Ishak sang Manager Wisata.

Wisata Dino Gunung Pundut juga menawarkan wahana kolam renang, wahana air naik perahu, dokar dan motor Dino serta air terjun. Selain itu, yang suka dengan tantangan bisa memilih outbond untuk anak TK/MI dengan pemandu, jadi aman untuk diikuti.

Ada juga area perkemahan/camping di dalam area wisata, sehingga banyak pilihan dan pangsa pasar untuk menikmati wisata. Untuk yang menyukai aktivitas membaca bisa memilih ke Perpustakaan Mini dengan bahan bacaan terkait Dino.

Paling banyak pengunjung di hari Jumat, Sabtu dan Minggu selain hari libur. Pengunjung datang dari berbagai Kota/Kabupaten, tidak hanya dari warga Gresik sendiri.

Pengelola wisata terdiri dari unsur Pokdarwis dan masyarakat. Adanya wisata ini membantu ekonomi masyarakat juga, karena pekerja diambil dari Desa Ketanen sendiri. Kreativitas dalam menambah ornamen juga menjadi daya tarik tersendiri karena dibuat oleh pengelola secara gotong royong.

Taufik, selaku Ketua Pokdarwis Ketanen, berharap ke depan wisata ini menjadi lebih banyak kreativitasnya, menjadikan Desa Ketanen sebagai Desa Wisata karena banyak potensi di Desa yang bisa digarap. Terdapat beberapa Sendang di sana, yaitu Sendang Pundut, Sendang Ketanen dan Sendang Lemah Ireng, yang ketiganya bisa dijadikan wisata terapi. Belum potensi lainnya, baik itu kerajinan limbah bonggol jagung dengan nama usaha KIK, Sedekah Bumi yang rutin diadakan setiap tahun serta masih banyak lagi lainnya.

Kepala Desa Ketanen Panceng Mat Rofik mengaku bersyukur, karena hadirnya Dino Park Wisata Gunung Pundut (WGP) kian menjadi daya tarik wisata yang semakin banyak diserbu pengunjung. Dijelaskan Kades, Dino Park WGP sendiri, sudah di soft opening pada bulan Juni lalu.

"Meski masih proses pembangunan, namun wisata yang memiliki luas lahan 2,8 hektare ini sudah banyak pengunjung dari berbagai wilayah. Baik dari Gresik, Kabupaten Lamongan, hingga Kabupaten Sidoarjo. Kami targetkan akhir tahun 2024 sudah bisa grand opening,” pungkasnya.

Tertarik untuk berkunjung? Dino Park Wisata Gunung Pundut (WGP) Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, buka setiap hari mulai pukul 8.30 WIB – 17.00 WIB. Adapun tiket masuk Rp5 ribu. Sementara tarif naik dokar dino Rp15 ribu dan motor dino Rp10 ribu. grs

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…