SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 menerapkan teknologi face recognition.
"Penerapan face recognition itu tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, namun juga semakin memudahkan penumpang," jelas Manajer Hukum dan Humasda KAI Daerah Operasi (Daop) 9, Cahyo Widiantoro, Rabu (13/11/2024).
Sehingga, penumpang cukup melakukan pemindaian wajah di gate boarding, jika identitas diri, data tiket dan syarat lainnya telah sesuai maka secara otomatis pintu boarding akan terbuka.
Dengan adanya penerapan teknologi tersebut dapat mengurangi kebutuhan tiket fisik berbasis kertas yang digunakan syarat boarding masuk ke ruang tunggu.
"Dengan berkurangnya penggunaan kertas, kami turut serta dalam upaya mengurangi limbah dan mendukung target SDGs, khususnya terkait dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan," tuturnya.
Lebih lanjut, Cahyo mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan data pada fitur face recognition yang dipergunakan oleh KAI karena sudah mengimplementasikan sistem manajemen keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001 tentang Standardisasi Manajemen Keamanan Informasi.
"Data nama, NIK, dan foto penumpang akan disimpan pada infrastruktur KAI dan hanya dipergunakan untuk proses boarding menggunakan face recognition boarding Gate. Data tersebut akan disimpan dalam waktu satu tahun, setelah itu akan dihapus secara sistem," katanya.
Penumpang juga bisa mengajukan penghapusan data dirinya sewaktu-waktu setelah melakukan registrasi melalui aplikasi Access by KAI atau dengan mengajukan penghapusan data kepada KAI melalui petugas Customer Service di stasiun.
"Hadirnya face recognition sebagai wujud komitmen KAI Daop 9 Jember dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan di seluruh aspek operasionalnya. Secara bertahap sistem itu diperluas ke banyak stasiun, " Imbuhnya. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu