Angin Kencang Terjang 3 Rumah Warga di Malang, Tak Ada Korban Jiwa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim FPRB bersama perangkat desa dan warga di Desa Wonosari melakukan kerja bakti di depan satu dari tiga rumah terdampak angin kencang. SP/ MLG
Tim FPRB bersama perangkat desa dan warga di Desa Wonosari melakukan kerja bakti di depan satu dari tiga rumah terdampak angin kencang. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Angin kencang yang dibarengi dengan hujan mengakibatkan sebanyak tiga rumah di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur rusak di bagian atap, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Dampak angin kencang menyebabkan tiga rumah di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, RT 1 dan 2 RW 11 mengalami kerusakan pada bagian atap," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Rabu (20/11/2024).

Ketiga rumah tersebut mengalami kerusakan berupa asbes ambrol dan kayu kerangka atap ambrol dan patah. Karena masih hujan deras, bagian dalam rumah itu pun kemasukan air. Beberapa perabotan di dalam rumah korban tampak basah dan berantakan. 

Sementara itu, beruntungnya, menurut Sadono, pihaknya sudah memastikan jika dalam kejadian tersebut tak sampai menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

"Perkiraan kerugian lebih kurang Rp 1,5 juta, korban tidak ada. Seluruh kebutuhan penghuni sudah dipenuhi pihak desa," ucapnya.

Sebagai informasi, tiga rumah yang rusak itu adalah milik Rudianto asal RT 1 RW 11 Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Sedangkan dua rumah lainnya milik warga asal RT 2, bernama Pariman dan Satirah.

Sadono menambahkan pihak dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) bersama perangkat desa dan dibantu masyarakat setempat masih melaksanakan proses pembersihan lokasi. "Masih melakukan kerja bakti," tuturnya. ml-01/dsy

Berita Terbaru

Mulai 1 September, Petani Madiun Harus Tebus Pupuk Sesuai Musim Tanam

Mulai 1 September, Petani Madiun Harus Tebus Pupuk Sesuai Musim Tanam

Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Mulai 1 September 2026, petani di Kabupaten Madiun tak lagi bisa menebus pupuk bersubsidi kapan saja sesuai jatah di elektronik Ren…

Sukses Panen Raya Padi MT II dengan Harga Tinggi, Masyarakat Truni Siap Laksanakan MT III

Sukses Panen Raya Padi MT II dengan Harga Tinggi, Masyarakat Truni Siap Laksanakan MT III

Rabu, 16 Sep 2026 16:14 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sukses melaksanakan panen raya padi pada Musim Tanam (MT) II dengan produktivitas mencapai 11,3 ton per hektare dan harga gabah…

Update Jumlah Penduduk Surabaya, Komisi A Akan Panggil Dispendukcapil

Update Jumlah Penduduk Surabaya, Komisi A Akan Panggil Dispendukcapil

Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jumlah penduduk Surabaya dalam pembaruan terbaru berada di kisaran 3 juta jiwa. Guna memastikan kestabilan data tersebut sebagai…

Panen Tembakau Masih Berlangsung, Harga Jual Tembus 50 Ribu

Panen Tembakau Masih Berlangsung, Harga Jual Tembus 50 Ribu

Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Petani tembakau di Lamongan bisa tersenyum lebar. Saat panen raya kali ini harga jual tembakau cukup tinggi mencapai Rp 50 ribu…

Berkat Inovasi ‘Besti Pren’, Angka Prevalensi Stunting di Ponorogo Alami Penurunan

Berkat Inovasi ‘Besti Pren’, Angka Prevalensi Stunting di Ponorogo Alami Penurunan

Rabu, 16 Sep 2026 14:42 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo mencatat tren positif berkat inovasi ‘Besti Pren’, angka prevalensi stunting di Kab…

Hadapi Cuaca Kering Berdebu, Dinkes Madiun Imbau warga Waspadai ISPA

Hadapi Cuaca Kering Berdebu, Dinkes Madiun Imbau warga Waspadai ISPA

Rabu, 16 Sep 2026 14:35 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki puncak musim kemarau berlangsung kering dan berdebu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…