SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jumat (13/12) warga Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar dikejutkan kepulangan asap dan kobaran api disertai letupan-letupan kecil dari kandang ayam milik Soim (54), setelah usaha warga memadamkan api dengan alat seadanya tak berhasil, akhirnya melapor ke Polsek Kanigoro dan pihak Damkar Pemkab Blitar.
Menurut keterangan warga sekitar, diduga api berasal dari dalam kandang dengan lantai sekam didukung kandang ayam terbuat dari kayu papan, termasuk dinding kandang yang sekitar lebar sepanjang 15-30 meteran, guna pencegahan kobaran api meluas, petugas yang datangi TKP selain Damkar, Polsek/Koramil Kanigoro, serta Bhabinkamtibmas/Babinsa desa Karangsono, dan pihak perangkat desa dan masyarakat desa Karangsono padamkan api.
Menurut Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Iswahyudi pada wartawan, asal usul api diduga berasal dari mesin pemanas atau yang disebut Gasolek untuk ayam ayam kecil (DOC).
"Kebakaran ini diduga mesin pemanas atau Gasolek untuk penghangat juga ada tebaran sekam sekam untuk penghangat ribuan ayam ayam piyik (kecil),jadi kebakaran itu di karena alat pemanas tersebut," ungkap Ipda Putut.
Sementara kandang ayam Broiler itu terbuat dari papan kayu begitu luas dan lebar di pekarangan rumah Soim 54 di Desa Karangsono, saat itu kandang ayam tersebut sedang terdapat ribuan anak ayam Broiler yang berusia 5 atau 7 hari, atas kebakaran itu ribuan ayam ludes terbakar, menurut informasi bahwa anak ayam Broiler sebanyak 5000 ekor.
"Menurut keterangan Soim pemilik ternak ayam Broiler kepada petugas yang datangi TKP, ribuan anak ayam itu antara umur 5 sampai 7 hari, kerugian sekitar Rp.250 juta, api dapat dipadamkan setelah pukul 12.00, sekaligus dengan pembasahan sekitar TKP," pungkas Mantan Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Blitar ini. Les
Editor : Moch Ilham