SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Berdasarkan laporan terbaru dari CARFAX, dikutip Kamis (19/12/2024) mengungkapkan bahwa manipulasi odometer pada mobil bekas menjadi perhatian serius. Sehingga, memang harus ekstra hati-hati jika ingin membeli mobil bekas.
Pasalnya, teknologi modern membuat manipulasi odometer menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Pelaku kejahatan hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk mengubah catatan jarak tempuh mobil.
"Manipulasi odometer biasanya dilakukan oleh pemilik atau penjual mobil yang tidak bertanggung jawab untuk mengubah angka yang tertera pada panel instrumen mobil," jelas Faisal Hasan, Wakil Presiden Data dan Kebijakan Publik di CARFAX.
Saat ini diperkirakan lebih dari 2,14 juta kendaraan di jalanan Amerika Serikat (AS) pada tahun 2024 memiliki potensi indikator jarak tempuh yang dipalsukan. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 18 persen sejak tahun 2021 dan menjadi masalah besar di pasar mobil bekas, merugikan pembeli hingga ribuan dolar akibat harga jual yang melebihi seharusnya.
Pembeli yang tidak curiga bisa kehilangan rata-rata 4.000 dolar AS (sekitar Rp65 juta) akibat manipulasi angka odometer. Mobil tersebut biasanya juga memiliki tingkat keausan yang jauh lebih parah daripada yang diiklankan, sehingga berujung pada biaya perbaikan tak terduga dan potensi risiko keamanan.
Manipulasi odometer bukan masalah yang terlokalisasi. Sembilan dari sepuluh negara bagian teratas dengan kasus manipulasi odometer tertinggi di Amerika Serikat mengalami peningkatan tahun ini. Virginia mencatat peningkatan paling tajam, yaitu hampir 11,7 persen, diikuti oleh Arizona sebesar 8,0 persen dan Florida sebesar 6,4 persen.
Statistik ini menekankan pentingnya pemeriksaan yang cermat bagi para pembeli di pasar mobil bekas. Selain itu, petunjuk fisik seperti keausan berlebihan pada pedal gas, rem, atau kopling juga dapat menjadi indikator bahwa mobil memiliki jarak tempuh lebih jauh daripada yang diiklankan. Sehingga butuh mekanik terpercaya untuk memastikan kondisi mobil sesuai dengan jarak tempuh yang dilaporkan. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu