Siapkan Kaderisasi di Nahdlatul Ulama, PCNU Babat Gelar PD- PKPNU ke XXIII di Unisda

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Tanfidziah PCNU Babat, KH. Ma'mun Afandi saat membuka PD-PKPNU yang digelar oleh MWC NU Sukodadi.  FOTO:SP/MUHAJIRIN
Ketua Tanfidziah PCNU Babat, KH. Ma'mun Afandi saat membuka PD-PKPNU yang digelar oleh MWC NU Sukodadi. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 61 peserta mengikuti Pendidikan Dasar - Pendidikan Kaderisasi Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang di gelar oleh PCNU Babat melalui MWC NU Sukodadi, yang resmi dibuka oleh ketua Tanfidziah PCNU Babat, KH. Ma'mun Afandi, pada Selasa, (24/12/2024).

Pelatihan untuk mencetak kaderisasi handal di tubuh Nahdlatul Ulama tersebut, akan digelar selama 3 hari, mulai Selasa, Rabu dan Kamis, 24, 25, dan 26 Desember 2024 di Kampus Universitas Islam Darul Ulum (Unisda), Sukodadi, Lamongan.

Kyai Ma'mun Afandi dalam sambutanya mengatakan, kalau Pelaksana PD-PKPNU di bawah naungan PCNU Babat ini, MWC Sukodadi ini paling akhir menggelar di tahun 2024. Tentu sebagai pengurus pihaknya terus selaku mensupport kegiatan pengkaderan ini karena organisasi Jam'iyah Nahdlatul Ulama ini harus terus berjalan.

Disebutkan olehnya, meski pembukaan ini dalam kondisi listri mati, hal itu tidak menyurutkan langkah semangat para pengurus dan peserta untuk mensukseskan acara yang sudah disetujui oleh PBNU ini. "Listrik mati seperti ini tentu ada hikmah dibalik ini semua, apa hikmah ittiba, sehingga tetap harus semangat," ujarnya.

Disebutkan olehnya, kegiatan PD PKPNU ini digelar dengan maksud tujuan serta manfaat, pertama menyiapkan generasi penerus untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di NU,

"Pengurus MWC itu kepengurusan nya harus memiliki sertifikat PD-PKPNU, dan usulan SK ke PCNU ini nanti akan diverifikasi kalau ada yang tidak memiliki sertifikat maka tidak diberikan SK," tegasnya.

Kegiatan pengkaderan di Nahdlatul Ulama itu juga berjenjang, setelah PD-PKPNU maka yang kedua Kedua, tingkat menengah yakni PKMNU atau Pendidikan Kader Menengah Nahdlatul Ulama, serta yang ketiga tingkat tinggi yaitu AKN-NU atau Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama. "Untuk yang AKN-NU pesertanya harus bisa bahasa inggris," kelakarnya.

Tujuan kedua lanjut Kyai Ma'mun untuk menyatukan gerak langkah visi misi untuk menuju satu tujuan yang bisa koheren. " Kegiatan ini bisa mencetak muharrik kader, NU adalah Islah (Memperbaiki) untuk menuju kesana harus disiapkan untuk menjadi kader apapun di semua tingkatan," ungkapnya.

Garis besarnya, kaderisasi ini ada tiga hal, Pertama Riyadhatul Fikriyah (Pola Pikir) diajak untuk berfikir, tentu ini semua sudah nyambung IW sanad keilmuan dan perjuangan Muassis dan pendiri Nahdlatul Ulama KH. Hasyim As'ari.

"Maka kita sebagai kader harus meneliti. Niat ikut PD-PKPNU adalah Tholabul Ilmi ngaji atau mondok ke sanad KH. Hasyim As'ari , dan Khidmat ke Nahdlatul Ulama," pintanya 

Kedua kata Kyai Ma'mun, harus Riyadhatul Qolbiah (Olah rasa olah hati), NU tidak hanya besar di Indonesia tapi international, maka NU tidak saja diolah pikiran tapi juga harus diolah dengan hati).

Ketiga Riyadhatul Badaniyah (olahraga), akal yang sehat terdapat badan/jiwa yang sehat."Dengan Khidmat itu Drajat, semakin khidmat maka pengurus itu Drajat nya akan semakin naik," terangnya.

Sementara itu, ketua panitia PD-PKPNU MWC Sukodadi, Nuril Huda mengatakan, peserta yang teregrestasi pada saat pembukaan sudah ada 61 peserta dari 67 yang mengkonfirmasi. Sebanyak 61 peserta itu, terdiri dari peserta laki-laki sebanyak 46 orang, perempuan 15 dan mereka akan digembleng dan menerima materi dari PW NU Jawa Timur selama 3 hari. jir

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…