SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga seputaran aliran Kali Lekso di Desa Mronjo Kec.Selopuro Kab Blitar dikejutkan temuan sosok laki laki ditemukan mengambang di aliran Sungai Lekso pada Selasa (21/1) siang sekitar pukul 10.30.
Temuan mayat laki laki yang saat itu belum diketahui identitasnya ditemukan dua orang pemancing ikan yakni Farel Rendi (17) warga Desa Popoh Kec Selopuro dan Mohamad Alfa (21) warga Desa Gading Kec Selopuro, ketika dua pemancing ini melihat adanya sosok orang terbujur di pinggir sungai, setelah didekati oleh mereka berdua, ternyata sosok tersebut sudah meninggal, spontan dua pemancing itu lari dan melapor kepada Ketua RT setempat.
"Jadi dua saksi pemancing saat sedang memancing, melihat ada orang mengambang, setelah didekati ternyata orang yang mengapung itu sudah meninggal dunia, karena ketakutan keduanya langsung melapor kepada ketua RT bersama warga desa Mronjo, selanjutnya Yudi Pramono (44) selalu ketua RT melaporkan rekan ke Polsek Selopuro," kata Kapolsek Selopuro melalui Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Iswahyudi pada wartawan.
Masih menurut Ipda Putut setelah Petugas Polsek Selopuro dan Unit Identifikasi Satreskrim dan Tim Kesehatan Puskesmas Selopuro dan beberapa warga, akhirnya diketahui bahwa sosok jasad itu adalah Sunaryo Girang (75) warga Desa Jatitengah Kec Selopuro Kab Blitar,
"Setelah kita lakukan olah TKP dan lakukan identifikasi, jasad itu adalah Mbah Giran (Sunaryo Girang) warga desa Jati tengah Selopuro, dan korban saat ditemukan posisi tengkurap di kedalaman air sekitar 35 Cm, dan menurut saksi Oliv (P) 16 (Cucunya) dia ketemu kakeknya pada Senin (20/2-24) malam, karena sudah malam Oliv tidur," Ipda Putut menambahkan.
Sementara menurut saksi-saksi korban sudah pikun, dan hidup bersama cucunya Oliv 16, sedang kondisi korban, banyak luka goresan goresan yang diduga terbentur bebatuan aliran sungai, dan kondisi jasad korban, diduga sekitar 8-15 jam dalam kondisi meninggal dunia walau belum semua kaku tubuhnya, korban mengenakan kaos lengan pendek warna kuning, dan celana pendek coklat, dan saksi saksi termasuk cucunya menyebut korban Mbah Giran sering keluar tidak diketahui arahnya dengan jalan kaki, akhirnya korban diserahkan kepada pihak keluarganya, dengan surat pernyataan yang diketahui Kepala desa setempat. Les
Editor : Moch Ilham