Palang Pintu Rel KA JPL 206 KM 128 Ditutup, Pasca Benturan KA dan Motor

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Akhirnya perlintasan kereta api tanpa palang pintu Rel KA JPL 206 KM 128  di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar resmi ditutup,  setelah kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Andik Cahyono warga Kec Nglegok Kab Blitar pada Rabu (11/2) dan kejadian tersebut telah berulang kali memakan korban jiwa. 

Keputusan ini diambil dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) setelah pemerintah mendengar aspirasi masyarakat terkait keberadaan perlintasan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto menegaskan, langkah penutupan dilakukan murni demi keselamatan warga, bukan untuk mematikan jalur ekonomi masyarakat, terlebih menjelang bulan puasa dan Idul Fitri saat mobilitas diperkirakan meningkat.

“Yang utama adalah keselamatan warga. Ini bukan untuk mematikan akses ekonomi masyarakat, apalagi menjelang puasa dan Lebaran. Penutupan ini murni untuk keselamatan,” ujar Puguh.

Selain faktor keselamatan, aspek teknis juga menjadi pertimbangan. Jarak perlintasan tersebut dengan perlintasan resmi terdekat hanya sekitar 600 meter, sementara aturan mensyaratkan jarak minimal antar perlintasan 800 meter. Kondisi ini dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.

Puguh menambahkan, pemerintah bersama kepolisian juga telah menyepakati penutupan perlintasan di wilayah Kandangan yang masuk wilayah hukum Polres Blitar Kota. Penutupan di titik tersebut direncanakan dilaksanakan pada minggu depan sebagai langkah lanjutan penataan perlintasan rawan kecelakaan.

“Berikutnya bersama Daop 8 juga ada beberapa titik yang akan dievaluasi dan ditutup jika dinilai berisiko tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno mengungkapkan, kecelakaan terakhir di perlintasan Ngaglik terjadi pada Rabu, 11 Februari. Peristiwa tersebut melibatkan kereta api Singosari yang melaju dari arah timur ke barat dengan seorang pengendara sepeda motor.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertemper kereta api,” jelas Agus.

Korban diketahui berinisial AC, warga Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Dengan ditutupnya perlintasan tersebut, masyarakat diarahkan menggunakan perlintasan resmi yang berada tidak jauh dari lokasi. Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran keselamatan di kawasan perlintasan kereta api, terutama menjelang meningkatnya mobilitas saat arus mudik Lebaran. Les

Berita Terbaru

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Anggota DPR Novita Hardini Desak Penyelenggara Event Nasional Libatkan UMKM Desa

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI, Ponorogo– Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong perubahan mendasar dalam paradigma penyelenggaraan acara (event) nasional di I…

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Rapat Perdana DPC PAMDI Sidoarjo Rumuskan Pelaksanaan Konsilidasi Internal

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 16:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Organisasi DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Sidoarjo 2026 – 2031 menggelar rapat perdana usai terbentuk k…

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Wabub Mimik Idayana Apresiasi Tim Kreasi Formasi Berbaris SMPN 1 Sedati

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Turut serta meramaikan CFD (Car Free Day) Kabupaten Sidoarjo, SMP Negeri 1 Sedati dengan peserta didiknya yang tergabung dalam…

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Daya Jual di Pasaran Tinggi, Peternak di Ponorogo Kembangkan Budidaya Ayam Sengkuni

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat potensi budidaya ayam hasil persilangan yang dikenal dengan sebutan ayam Sengkuni yang banyak diminati karena…

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Dana Pusat Belum Cair, Operasional 24 SPPG di Surabaya Terpaksa Berhenti Sementara

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat, kini sejumlah operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi…

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Diserang Hama Tikus, Petani di Lumajang Meringis: Jagung - Cabai Rusak Terancam Gagal Panen

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

Minggu, 10 Mei 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Serangan hama tikus di kawasan Lumajang, Jawa Timur mengakibatkan sejumlah petani meringis. Pasalnya, imbas hama tikus tersebut,…