SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mencatat sebanyak 404 sapi di wilayahnya terjangkiti PMK. Sehingga pihaknya gencar-gencarnya mencanangkan vaksinasi maraton ke sejumlah hewan peliharaan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandan mengungkap, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkiti sejumlah daerah di Jatim, menyerang hampir semua jenis hewan ternak baik sapi dan kambing dengan menyebar melalui droplet, makanan sisa terkontaminasi, perantara manusia, udara, dan angin.
Lebih lanjut, untuk vaksinasi dimulai di salah satu sentra budidaya kambing perah dan sapi potong di UD Karya Etawa Farm Lingkungan Secang, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Di sini, sapi-sapi milik warga Kalipuro dikumpulkan untuk di vaksin secara serempak.
"Sasaran penerima vaksin adalah peternak sapi kecil atau perorangan. Kalau industri sebaiknya vaksinasi secara mandiri," terang Ipuk, Kamis (13/02/2025).
Sedangkan kebutuhan vaksin dipenuhi dari suplai yang diberikan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim sebanyak 33.525 dosis yang telah datang sejak Selasa (11/02/2025) yang diprioritaskan untuk sapi. Sebab, menurutnya, hewan ternak sapi merupakan yang paling banyak terjangkit PMK.
"Untuk memaksimalkan pencegahan PMK pemkab juga siap menambah stok vaksin dan desinfektan menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) daerah," imbuh Ipuk.
Selain itu, dia sebutkan juga bahwa PMK tidak berbahaya bagi manusia. Karena itu dia mengimbau warga untuk tetap mengkonsumsi daging ternak, terutama sapi. Karena PMK adalah penyakit non zoonosis atau penyakit yang hanya menyerang hewan ternak tanpa menular ke manusia.
"Tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging sapi maupun kambing, karena PMK hanya menyerang ke hewan ternak, tidak bisa menular ke manusia," katanya.
Selain vaksinasi, sosialisasi kepada para peternak juga dilakukan dengan memperketat biosecurity di area peternakan. Langkah-langkah tersebut meliputi desinfeksi rutin di pasar hewan dan kandang, serta pemberian vitamin dan pakan berkualitas tinggi kepada hewan ternak. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu