Per Januari-Februari 2025, Sebanyak 404 Sapi di Banyuwangi Terjangkit PMK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Ternak sapi diperiksa petugas kesehatan agar tidak terjangkit wabah PMK di Banyuwangi. SP/ BYW
Ilustrasi. Ternak sapi diperiksa petugas kesehatan agar tidak terjangkit wabah PMK di Banyuwangi. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mencatat sebanyak 404 sapi di wilayahnya terjangkiti PMK. Sehingga pihaknya gencar-gencarnya mencanangkan vaksinasi maraton ke sejumlah hewan peliharaan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandan mengungkap, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjangkiti sejumlah daerah di Jatim, menyerang hampir semua jenis hewan ternak baik sapi dan kambing dengan menyebar melalui droplet, makanan sisa terkontaminasi, perantara manusia, udara, dan angin.

Lebih lanjut, untuk vaksinasi dimulai di salah satu sentra budidaya kambing perah dan sapi potong di UD Karya Etawa Farm Lingkungan Secang, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Di sini, sapi-sapi milik warga Kalipuro dikumpulkan untuk di vaksin secara serempak.

"Sasaran penerima vaksin adalah peternak sapi kecil atau perorangan. Kalau industri sebaiknya vaksinasi secara mandiri," terang Ipuk, Kamis (13/02/2025).

Sedangkan kebutuhan vaksin dipenuhi dari suplai yang diberikan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim sebanyak 33.525 dosis yang telah datang sejak Selasa (11/02/2025) yang diprioritaskan untuk sapi. Sebab, menurutnya, hewan ternak sapi merupakan yang paling banyak terjangkit PMK.

"Untuk memaksimalkan pencegahan PMK pemkab juga siap menambah stok vaksin dan desinfektan menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) daerah," imbuh Ipuk.

Selain itu, dia sebutkan juga bahwa PMK tidak berbahaya bagi manusia. Karena itu dia mengimbau warga untuk tetap mengkonsumsi daging ternak, terutama sapi. Karena PMK adalah penyakit non zoonosis atau penyakit yang hanya menyerang hewan ternak tanpa menular ke manusia.

"Tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging sapi maupun kambing, karena PMK hanya menyerang ke hewan ternak, tidak bisa menular ke manusia," katanya.

Selain vaksinasi, sosialisasi kepada para peternak juga dilakukan dengan memperketat biosecurity di area peternakan. Langkah-langkah tersebut meliputi desinfeksi rutin di pasar hewan dan kandang, serta pemberian vitamin dan pakan berkualitas tinggi kepada hewan ternak. by-01/dsy

Berita Terbaru

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Seluas puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat hama tikus liar yang meneror lahan pertanian…

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari upaya perluasan area pemakaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) di…

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pahlawan sudah mulai berjalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis Sekolah Rakyat…

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III di Magetan yang didanai APBN, saat ini terkait kesiapan lahan sekolah…

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyusun strategi menghadapi pemberlakuan ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30…

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki musim giling tahun ini, sejumlah petani tebu di wilayah kerja Pabrik Gula (PG) Poerwodadie, Kabupaten Magetan mengeluhkan…