SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah gencar-gencarnya menekan wabah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi dan kambing milik peternak setempat, salah satunya melalui vaksinasi.
Kepala Bidang Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Bagus Sri Yulianta, mengungkap jika Pemkab telah menerima alokasi sebanyak 3.525 dosis vaksin untuk mencegah penularan wabah PMK tersebut.
Saat ini, pihaknya juga intensif melakukan vaksinasi PMK terhadap ternak sapi dan kambing. Adapun, vaksin tersebut diperoleh dari pusat. Dari sebanyak 3.525 dosis vaksin tersebut, terdapat 1.304 dosis yang sudah digunakan untuk ternak sapi dan 215 ternak kambing.
"Kita target per hari melakukan vaksinasi untuk 200 sampai 300 ekor. Meski di lapangan masih ada kendala penolakan dari peternak, namun vaksinasi terus dilakukan," ujarnya, Jumat (24/02/2025).
Lebih lanjut, DKPP Kabupaten Madiun juga mengimbau para peternak agar aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi tersebut guna meminimalisasi potensi wabah PMK di wilayah setempat.
Ia juga mengajak seluruh peternak untuk segera melaporkan jika ada gejala PMK pada ternak, sehingga bisa ditangani lebih cepat untuk mencegah kerugian karena ternak mati. Selain itu, meskipun sapi sudah divaksin, para peternak juga tetap harus waspada dengan menjaga pola makan ternak dan kebersihan kandang.
Diketahui berdasarkan data, sejauh ini sudah terdapat 35 ekor sapi di Kabupaten Madiun yang dinyatakan suspect PMK. Dari jumlah tersebut, tiga ekor sudah sembuh, sementara sisanya masih dalam pemantauan. Penyebaran wabah PMK terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Saradan, Geger, dan Balerejo. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu