SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Munculnya berita sosok KH. Abdul Ghofur Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran Lamongan Jatim, yang dinilai tepat menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pasca rencana Muktamar Luar Biasa (MLB) NU oleh sekelompok orang, kiai kharismatik inipun angkat bicara dan memberikan klarifikasi dan tanggapannya.
Kiai Abdul Ghofur menyebutkan, kalau dirinya diberitakan sosok yang pas sebagai pengganti Rais Aam PBNU periode 2025-2030 tersebut kurang elok, dan kental nuansanya ingin membenturkan dirinya dengan PBNU, yang selama ini hubungannya cukup baik.
Kiai berusia 76 tahun ini juga menyatakan bahwa dirinya tak ingin ditarik-tarik ke dalam situasi yang hanya ingin dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Dirinya menegaskan, keberadaan PBNU saat ini sudah ideal.
"Saya tidak ingin ditarik-tarik oleh kelompok yang seolah menjadikan kondisi saat ini semakin rumit. Jika ada yang ingin membenturkan saya dengan PBNU saat ini maka saya pastikan berita itu tidak benar," kata KH. Abdul Ghofur, Sabtu (15/2/2024).
Kiai Ghofur mengungkapkan, dirinya ingin fokus mengabdi dan melayani umat dan para santri melalui pesantrennya. Selain karena usianya sudah tua, tambah Kiai Ghofur, keberadaanya sebagai Mustasyar PWNU Jatim dinilai cukup.
"Saya ini sudah tua, biar saya mengabdi di pesantren dan umat di sini (Sunan Drajat) saja. Saya gak ikut-ikut, cukup jadi Mustasyar di PWNU. Biar yang muda-muda saja, anak saya juga di PBNU (Gus Gudfan Arif, Bendahara Umum PBNU)," ujarnya.
Kiai Ghofur menambahkan, dirinya akan selalu mendoakan kepengurusan PBNU. Bahkan, lanjutnya, dirinya dan pesantren Sunan Drajat akan selalu terbuka mendukung program dan hal-hal baik yang dilaksanakan oleh semua jajaran pengurus NU.
"Saya yang bagian doa saja. Saya selalu mendukung PBNU. Semoga NU semakin jaya dan terus memberikan manfaat yang luar biasa bagi umat," ujarnya.
Sebelumnya pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli, berstatmen di media dan menegaskan pentingnya kepemimpinan yang visioner dalam organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU).
Menurutnya, kepemimpinan yang kuat akan menentukan arah perjalanan organisasi, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Ia menilai salah satu tokoh yang layak menjadi Rais 'Aam PBNU periode 2025-2030 adalah KH. Abdul Ghofur atau Kiai Ghofur. Sosok ini dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam memimpin dan mengembangkan pesantren, sekaligus memiliki visi besar bagi NU.jir
Editor : Moch Ilham