Polisi Diperiksa Polisi, Diduga Intimidasi Pelantun 'Bayar Bayar Bayar'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Propam Polri terus mendalami terkait viral video klarifikasi personel band Sukatani mengenai lagu 'Bayar Bayar Bayar'. Kini, ada 6 personel dari Ditressiber Polda Jateng yang telah diperiksa atas dugaan intimidasi.

"Terkait dengan pemberitaan yang berkembang mengenai klarifikasi dari Band Sukatani serta dugaan adanya tindakan intimidasi oleh anggota Ditressiber Polda Jateng, Divpropam Polri menegaskan bahwa saat ini proses pemeriksaan oleh Biropaminal Divpropam Polri masih berlangsung," bunyi keterangan Divpropam Polri, Minggu (23/2/2025).

Band Sukatani sudah melakukan permintaan maaf kepada Polri serta ditariknya lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar". Penarikan lagu ini membuat publik curiga bahwa ada upaya intimidasi yang dialami band tersebut.

Lagu "Bayar Bayar Bayar" sendiri mengandung lirik tentang harus membayar oknum polisi untuk segala urusan.

Polda Jawa Tengah pada Jumat (21/2) mengakui pihaknya sempat melakukan klarifikasi terhadap Sukatani terkait lagu tersebut.

Band punk rock asal Purbalingga Jawa Tengah, Sukatani, hingga Minggu (23/2) band ini masih menjadi sorotan pasca polemik lagu dengan judul Bayar Bayar Bayar.

Dua personelnya mengunggah video permintaan maaf kepada institusi Polri di akun media sosial Sukatani, hingga membuat ramai publik.

Pasalnya, dalam video permintaan maaf itu, kedua personel menampilkan sosok asli mereka yang selama ini selalu disembunyikan.

Ditujukannya permintaan maaf kepada Polri serta ditariknya lagu berjudul Bayar Bayar Bayar lantas membuat publik curiga bahwa ada upaya intimidasi yang dialami band tersebut.

Lagu Bayar Bayar Bayar sendiri mengandung lirik tentang harus membayar oknum polisi untuk segala urusan.

 

Polda Jateng Akui Klarifikasi

Polda Jawa Tengah Jumat (21/2) mengakui pihaknya sempat melakukan klarifikasi terhadap Sukatani terkait lagu tersebut.

"Kita kemarin memang sempat klarifikasi terhadap Band Sukatani tersebut dan hasil klarifikasi kepada grup band tersebut kita menghargai kegiatan untuk berekspresi dan berpendapat melalui kesenian," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto kepada wartawan, Jumat.

Ia menegaskan Polri tidak antikritik dan menghargai kritik tersebut.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah memeriksa empat anggota Polda Jateng mengenai dugaan intimidasi terhadap band Sukatani.

"Hallo #SahabatPropam, kami akan terus mendalami dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum anggota Polri terhadap personel band Sukatani. Saat ini, 2 (dua) personel lain dari Ditressiber Polda Jateng telah diperiksa, sehingga total ada 6 (enam) personel yang dimintai keterangan," demikian keterangan Propam Polri dalam akun X-nya @Divpropam, Jumat (21/2/2025).

Propam Polri pun menegaskan sampai saat ini pihaknya masih memeriksa ke-6 personel Ditressiber Polda Jateng. Belum ada kesimpulan terkait hasil pemeriksaan tersebut.

Divisi Propam Polri menegaskan masih memeriksa enam personel Ditressiber Polda Jateng berkaitan dengan klarifikasi dari Band Sukatani mengenai lagu 'Bayar Bayar Bayar'. Propam Polri masih mendalami dugaan adanya intimidasi dari personel Polda Jateng tersebut.

"Terkait dengan pemberitaan yang berkembang mengenai klarifikasi dari Band Sukatani serta dugaan adanya tindakan intimidasi oleh anggota Ditressiber Polda Jateng, Divpropam Polri menegaskan bahwa saat ini proses pemeriksaan oleh Biropaminal Divpropam Polri masih berlangsung," bunyi keterangan Divpropam Polri, Minggu (23/2/2025).

Divpropram menegaskan beredarnya lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar' merupakan wujud Polri tidak antikritik. Polri menerima segala masukan untuk evaluasi.

"Perlu ditegaskan bahwa kami menjamin perlindungan dan keamanan 2 (dua) personel band Sukatani," tulis Divpropram Polri.

Band Sukatani pada Sabtu membuat unggahan di Instagram story untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan dan doa yang diberikan.

Mereka menyatakan saat ini telah dalam kondisi yang lebih baik.

 

Polri Ingin Jaga Berekspresi

"Kami dari Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungandan doa yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini. Kami sangat menghargai solidaritas dari kawan-kawan sehingga membuat kami tetap kuat," tulis Sukatani di akun @sukatani.band, Sabtu.

"Kami juga ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman," imbuh band tersebut.

Polri juga ingin menjaga ruang kebebasan berekspresi di masyarakat. "Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh masyarakat," lanjutnya.

Sebelumnya, dua personel band Sukatani menyampaikan permintaan maaf kepada Polri terkait lagu 'Bayar Bayar Bayar'. Mereka memutuskan menarik lagu 'Bayar Bayar Bayar' dari seluruh platform musik.

Kedua personel band Sukatani menjelaskan lagu itu bukan ditujukan untuk menyerang institusi, melainkan sebagai kritik terhadap ulah oknum polisi di lapangan. n erc/pb/jk/rmc

Berita Terbaru

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional  ‎

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional ‎

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kerja keras dan latihan rutin membuahkan hasil bagi Elanno Arka Mahasura. Atlet muda binaan IBCA BFC MMA Kota Madiun itu sukses m…

Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving& Kesehatan Preventif

Smartwatch Premium dengan Health Insights Berbasis AI untuk Trail Running, Diving& Kesehatan Preventif

Sabtu, 25 Jul 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan bodi titanium yang 12 persen lebih tipis dibandingkan generasi sebelumnya, namun dibekali baterai 800 mAh…

Diduga Kecanduan Judol, Karyawan BUMN di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Diduga Kecanduan Judol, Karyawan BUMN di Blitar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sabtu, 25 Jul 2026 12:10 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 12:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar — Teriakan seorang wanita warga Desa Selopuro, RT 03 RW 03, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, memecahkan sunyinya pagi subuh S…

Jurgen Klopp Kembali dari Pensiun Setelah Dua Tahun dan Kembali Melatih

Jurgen Klopp Kembali dari Pensiun Setelah Dua Tahun dan Kembali Melatih

Sabtu, 25 Jul 2026 11:50 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Jurgen Klopp secara resmi kembali melatih, menggantikan Julian Nagelsmann sebagai pelatih timnas Jerman. Mantan pelatih Liverpool itu sudah…

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Suhu Ekstrem Landa Indonesia, Masyarakat Diimbau Cermat Pilih Pendingin Ruangan

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 10:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi lonjakan suhu drastis yang melanda sejumlah wilayah Indonesia…

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…