SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kota Mojokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara daring yang diikuti perwakilan OPD Pemkot Mojokerto, media, akademisi dan organisasi masyarakat, Kamis (13/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak. Serta mereview standar pelayanan publik (SPP) untuk peningkatan kualitas layanan khususnya dalam Pelayanan Statistik Terpadu (PST) tahun 2025.
Kepala BPS Kota Mojokerto, Hasan As'ari mengatakan bahwa evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik harus dilakukan secara terus menerus dan melibatkan unsur masyarakat agar BPS Kota Mojokerto bisa memberikan layanan sesuai dengan harapan pengguna data.
"Kita ingin menyampaikan ke masyarakat luas terkait SPP BPS Kota Mojokerto agar ada feedback masukan dan input penting, sehingga SPP kami kedepan dapat terlaksana dengan prima," ungkapnya.
Hasan menambahkan bahwa layanan PST di tahun 2025 masih mencakup empat jenis layanan utama, yakni konsultasi statistik, perpustakaan, produk statistik berbayar dan layanan rekomendasi kegiatan statistik.
"Tak jauh beda dengan tahun 2024 kemarin, tahun ini layanan utamanya juga masih sama ada empat. Misal layanan perpustakaan, masyarakat dapat mengakses laman perpustakaan.bps.go.id untuk membaca data dalam bentuk softfile.," jelasnya.
Dalam FGD tersebut disampaikan beberapa masukan dari peserta dan dituangkan dalam bentuk rekomendasi untuk memperbaiki dan memperkuat tata kelola dalam penyediaan data BPS.
Dengan adanya kolaborasi ini, BPS Kota Mojokerto optimistis dapat menghadirkan pelayanan yang semakin responsif serta sesuai harapan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan berinovasi demi mendukung pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya,” tutup kepala BPS Kota Mojokerto. Dwi
Editor : Redaksi