Investor Mulai Khawatir Terhadap Pasar Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Tanda Melemahnya Perekonomian Nasional. Indikasinya Penerimaan Pajak Merosot Sampai 30�n Defisit Capai Rp 31,2 triliun Dalam Dua Bulan Pertama Tahun 2025

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini turun di saat bursa regional lainnya bergerak di zona hijau. IHSG bahkan sempat di-suspend pada Selasa lalu. Ini menjadi sorotan publik.

Co-Founder of Saratoga Investama Sandiaga Uno berpendapat, anjloknya IHSG dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap pasar Indonesia. Awalnya investor berharap ada keberlanjutan program dari Pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto, namun akhirnya terdapat perubahan.

Meski perubahan itu disebutnya baik, sayangnya pemerintah kurang berhasil mengkomunikasikan hal itu kepada pasar. Di luar faktor global yang juga perlu diperhatikan, ia menilai pemerintah perlu mengkomunikasikan program-program yang dicanangkan dengan baik.

"Jadi kemarin itu lebih diakibatkan ketidakpercayaan pasar yang sebetulnya tidak ditopang oleh fundamental. Ketidakpercayaan pasar itu timbul karena pasar meyakini bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah yang sebetulnya pasar meyakini akan keberlanjutan dari era Pak Jokowi ke Pak Prabowo," ujar Sandiaga saat ditemui di VOFFICE Event Space Centennial Tower, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2025).

Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat membekukan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan. Hal ini buntut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sampai mencapai level terendahnya 6.011,8.

Pembekuan sementara itu terjadi pada Selasa (18/3) pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).

 

Tanda Melemahnya Perekonomian Nasional

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini telah menunjukkan kondisi krisis.

Ia menyoroti penurunan IHSG yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir sebagai tanda melemahnya perekonomian nasional.

"Kondisi IHSG sebagai alarm dan termometer yang mengukur kesehatan ekonomi, memperlihatkan kondisi krisis dengan indeks yang terjungkal dari tahun 2004 7.163 menjadi 6.146 sekarang, turun lebih dari 11 persen dalam tiga bulan," ujar Didik dalam keterangan resmi, yang diterima Surabaya Pagi, Jumat (21/3).

 

Khawatir Utang Semakin Melebar

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus, mengatakan faktor yang membuat IHSG ambruk dikarenakan banyaknya sentimen negatif dari luar dan dalam negeri.

Nico kemudian menyoroti kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang penerimaan pajaknya merosot sampai 30�n defisit mencapai Rp 31,2 triliun dalam dua bulan pertama.

Menurutnya, hal ini membuat pasar khawatir utang semakin melebar hingga memilih memindahkan investasinya dari Indonesia.

"Semua khawatir bahwa risiko fiskal kian mengalami peningkatan di Indonesia yang membuat banyak pelaku pasar dan investor pada akhirnya memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil sehingga saham menjadi tidak menarik dan mungkin obligasi menjadi pilihan setelah saham," ucapnya.

 

Tidak Dikomunikasikan  Kepada Pasar

"Ini kan ada beberapa perubahan kebijakan yang baik yang sebetulnya, sangat baik, tapi tidak dikomunikasikan dengan jelas kepada pasar," sambung Sandiaga.

Selain itu investor juga menyoroti persoalan fiskal Indonesia, termasuk merosotnya pendapatan pajak, yang harus bisa dijelaskan pemerintah. Meskipun secara umum Sandiaga menyebut hal itu tidak akan mempengaruhi keseluruhan fundamental ekonomi Indonesia.

Ia lalu memprediksi IHSG akan bergerak hijau dalam beberapa hari ke depan namun tetap bergejolak sepanjang tahun. Sandiaga menyarankan investor jeli melihat peluang dengan tetap berinvestasi.

"Tapi saya bilang jangan cepat tertawa, karena ini mungkin hijau beberapa hari ke depan, tapi nanti akan bergejolak terus sepanjang tahun. Tapi gunakan kesempatan bergejolak ini untuk terus berinvestasi stay invested saya selalu bilang stay invested dalam keadaan pasar seperti ini," tuturnya.

Menurutnya selama ekonomi dijaga di atas 5�n kinerja perusahaan-perusahaan tetap tumbuh, ia percaya IHSG dapat kembali naik ke level 7.000-an. Sandiaga menambahkan, investor dapat melirik saham-saham blue chip yang saat ini terjangkau harganya sebagai pilihan investasi.

"Jadi dalam situasi ada ketakutan, ada kekhawatiran ini sinyal beli saham-saham yang berkualitas saham-saham yang punya fundamental kuat saham-saham yang merepresentasikan ekonomi Indonesia baik dari segi konsumsi, perbankan ini saham-saham blue chip, ini sekarang sangat terjangkau harganya," imbuhnya.

"Ini investor mungkin bisa mengoleksi tapi jangan di-trading, disimpan untuk jangka panjang, karena kita meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan terus bertumbuh dan perusahaan-perusahaan ini akan kenyataannya akan terus baik dengan kelolaan yang penuh dengan tata kelola yang baik," tutup Sandiaga. n ec/erc/rmc

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…