SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Salah satu tujuan utama wisatawan datang ke Negeri Singa adalah untuk berbelanja barang branded murah di Singapore. Tidak heran, beberapa barang branded ini memang menggiurkan karena sulit ditemukan di Indonesia. Kalaupun ada, harganya selangit.
Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton toko di Singapura, di Singapura hingga awal April ini, belum naik sejalan perang tarip barang impor trump. Saat ini banyak penggemar dari Indonesia menyusuri toko-toko tas di Singapura.
Informasi dari Vadel, selegram dari Jakarta yang baru pulang dari Singapura, Jumat (17/4) toko utama Louis Vuitton, masih menjadi jujukan warga Indonesia. Singapura menawarkan berbagai distrik perbelanjaan apik yang menggiurkan pecinta mode.
Bahka di Orchard Road, jalan perbelanjaan utama di Singapura, masih ditemukan sejumlah besar butik mode kelas atas, merek mewah, dan mal trendi.
Apalagi di ION Orchard, surga belanja yang tidak hanya menawarkan toko desainer tetapi juga desain arsitektur menakjubkan yang meningkatkan pengalaman berbelanja Anda.
Distrik perbelanjaan kelas atas ini menawarkan berbagai merek mewah, mulai dari Chanel hingga Gucci.
Juga sepatu Nike hingga tas Hermés yang diklaim dibuat di China. Klaim tersebut diungkap dalam video yang marak diunggah di media sosial TikTok.
Diproduksi Pabrik-pabrik China
Laporan dari Morocco World News menyoroti bagaimana barang-barang dari label ternama seperti Gucci, Prada, Chanel, Fendi, dan Hermès sering kali diproduksi di pabrik-pabrik China. Produk-produk ini kemudian diberi label “Made in France” atau “Made in Italy”, meskipun asal-usulnya dari China.
“80�ri barang apa pun yang kamu beli dari Gucci dibuat di China, dan lebih dari 60% produk Prada juga berasal dari sana,” sambil menyamakan penemuan ini seperti “menarik tirai dalam The Wizard of Oz dan menyadari bahwa tidak ada keajaiban nyata di balik orang yang mengendalikan pertunjukan,” dikutip dari video tersebut.
Cabanis juga mengatakan bahwa kategori barang mewah yang lebih terjangkau, seperti produk kecantikan dan Cognac, mengalami dampak negatif awal setelah pengumuman tarif.
“Klien aspiratif selalu lebih rentan dalam siklus ekonomi yang kurang positif dan penuh ketidakpastian, dan hal ini mungkin berdampak dalam beberapa minggu terakhir,” ujarnya, merujuk pada bea masuk tersebut.
Kawasan Komunitas China
Penjualan di AS, yang menyumbang 24�ri total pendapatan LVMH pada kuartal tersebut, turun sebesar 3%, meleset dari ekspektasi yang memperkirakan sedikit kenaikan. Kawasan yang mencakup komunitas China mencatat kinerja yang lebih buruk, dengan penjualan merosot 11%, lebih dari dua kali lipat perkiraan. Hanya Eropa yang menunjukkan pertumbuhan.
Semua divisi mengalami penurunan penjualan kecuali jam tangan dan perhiasan, yang tetap stabil. Anggur dan minuman beralkohol mencatat penurunan terbesar, sebesar 9%. Mantan CFO Jean-Jacques Guiony pindah pada bulan Februari untuk menangani divisi yang sedang kesulitan tersebut, yang terdampak oleh tarif yang dikenakan Tiongkok atas Cognac merek Hennessy.
Moncler SpA, pembuat jaket ski mewah, dan Hermès akan melaporkan penjualan mereka, sementara Arnault dari LVMH diperkirakan akan berbicara dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada hari Kamis
Kolektor Tas Bermerek
Marisa Tumbuan, kolektor tas bermerek dan pendiri Irresistible Bazaar mengatakan, membeli tas branded sudah menjadi bagian gaya hidup wanita berkantong tebal, mereka tak ragu membeli barang yang harganya bisa setara dengan harga satu mobil ini.
Merek tas yang dapat dijadikan investasi di antaranya Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vitton. Untuk tas Hermes terutama banyak dipilih oleh sosialita sebagai alat investasi.
"Tas branded bisa menjadi investasi dan salah satu nya adalah merek Hermes. Dalam 3 dekade terakhir peningkatannya hingga 500 persen," ujar Marisa saat acara Irresistible Bazaar 11 di Grand Indonesia, Februari lalu.
Crocs kembali menjadi tren! Di Indonesia, clogs paling basic Crocs ditawarkan dengan harga Rp 899.000. Sementara di Singapore harganya lebih murah.
Tas-tas branded yang dijual di Singapura katanya, berasal dari berbagai negara. Beberapa brand terkenal seperti Louis Vuitton, Chanel, Dior, Gucci, dan Saint Laurent, memiliki pabrik produksi di berbagai negara, termasuk Italia, Prancis, dan negara-negara di Asia seperti China, Vietnam, dan Thailand.
Crocs branded Murah
Crocs bisa menjadi barang branded murah di Singapore yang masuk wishlist belanja. Clogs basic Crocs dijual dengan harga 69.95 dollar Singapore, alias Rp 777.500. Gemasnya lagi, di Singapore, aksesori tambahan untuk Crocs, yaitu Jibbitz Charm yang dijual dengan kemasan pack.
Juga ada barang murah yaitu produk dari Beyond The Vines. Karena produk-produk dari brand asal Singapura ini tengah digemari, khususnya untuk tas. Ada jugw dumpling bag. Tas ini banyak diminati wanita, karena pilihan warnanya yang cantik dan menggemaskan.
Karena di sana adalah surganya barang branded murah. Ada personalised gift, baik leather maupun paper gifts, notebook, nametag, luggage tag, hingga dompet.
Dibuat di China Bukan Italia
Sebuah video jadi viral karena menyebut tas dari Louis Vuitton hingga Gucci sebenarnya dibuat di China bukan Italia.
Di TikTok, banyak manufaktur mengungkap rahasia di balik barang-brand branded mahal yang dijual di Negeri Paman Sam. Sebuah video jadi viral karena menyebut tas dari Louis Vuitton hingga Gucci sebenarnya dibuat di China bukan Italia.
Selagi menjual nama besar dan imej brand juga kesan misterius, terungkapnya proses pembuatan tas-tas branded yang belakangan viral menunjukkan bahwa selama ini pabrik-pabrik China yang membuatnya secara diam-diam.
Ada 250 Merek Mewah
Menurut laporan Statista 2023, ada antara 200 hingga 250 merek yang masuk dalam kategori “mewah” secara global di Singapura .
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 hingga 100 merek dianggap berada di tingkat atas, menikmati status elit dan harga yang sangat tinggi.
Secara tradisional, merek-merek ini mempromosikan akar Eropa dan menekankan pada kerajinan tangan dan warisan yang dimiliki. Pernyataan resmi mereka sering kali menyebutkan pusat produksi di Eropa Barat.
Ada beberapa brandtas mewah dan tempat pembuatan yang tertera di deskripsi produk, dikutip Hindustan Times (15/4/2025):
Hermès: Prancis, Chanel: Prancis dan Italia, Louis Vuitton: Prancis, Spanyol, dan Italia
Gucci: Italia, Prada: Italia, Dior: Prancis, Italia, Bottega Veneta: Italia, Fendi: Italia, Céline: Italia.
Balenciaga: Italia dan Spanyol, Saint Laurent: Prancis dan Italia, Givenchy: Prancis dan Italia, Chloé: Italia, Valentino: Italia.
Burberry: Italia dan Inggris, Loewe: Spanyol, Goyard: Prancis, Miu Miu: Italia, Bvlgari: Italia, Tom Ford: Italia, Proenza Schouler: Italia, Anya Hindmarch: Italia dan Inggris.
Mulberry: Inggris dan Italia, Salvatore Ferragamo: Italia, Stella McCartney: Italia, Alexander McQueen: Italia, Loro Piana: Italia, Delvaux: Belgia dan Prancis, Moynat: Prancis, The Row: Italia.
Menurut laporan Newsweek, brand mewah itu adalah ruang yang luas dan ekspansif. n ec/nw/jk2/rmc
Editor : Moch Ilham