Pakar Bisnis Ingatkan Beli Barang Mewah Eropa Murah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Negara Italia dan Prancis yang terkenal citranya sebagai produsen produk fashion mewah, terkena tarif impor hingga 20 persen. Akibatnya memicu spekulasi akan terjadi penyesuaian harga untuk produk mode yang masuk ke AS.

Meski Trump pada akhirnya menunda kebijakan tersebut, pasar sudah terlanjur memberi reaksi. Muncul berbagai penawaran sebagai alternatif dari barang mewah Eropa yang harganya jauh lebih murah. Seperti yang ditawarkan oleh mereka yang mengaku sebagai pembuat tas branded di China.

Dalam unggahan yang tengah viral itu, mereka mengaku kebanyakan dari barang tersebut sebetulnya diproduksi di China sebelum akhirnya dikirim ke Eropa dan dilabeli 'made in France' atau 'made in Italy'.

Dari sisi konsumen, memverifikasi kebenaran klaim tersebut adalah keniscayaan. "Kita tidak tahu mereka bikin (versi) aslinya atau bukan. Itu orang yang perlu ingat," kata konsultan bisnis Lynda Ibrahim kepada Wolipop, Kamis (17/4/2025), saat menanggapi fenomena yang muncul di tengah perang dagang antara China-AS tersebut.

Salah satu konten seperti yang diunggah akun @NewsNexusOfficial tampak begitu meyakinkan. Pria di video tersebut secara detail menjelaskan material hingga teknik pembuatan tas Hermes Birkin. Latar video menampilkan suasana para pekerja sedang membuat tas tersebut.

"Modal membuat tas Birkin hanya US$ 1.000. Di butik, harganya minimal US$ 10.000. Beli di sini saja," ujar pria itu.

Dilansir dari The Independent, muncul pula video yang menampilkan seorang kreator mengklaim bisa menjual celana yoga dari pabrik yang sama dengan pemasok Lululemon seharga US$ 5-US$ 6 atau sekitar Rp 75.000-Rp 90.000, alih-alih US$ 100 seperti di tokonya. Video tersebut telah disaksikan lebih dari 10 juta kali.

Terlepas dari asli atau tidak, Lynda tak memungkiri bahwa kemunculan produk fashion dupe alias 'KW' dari China sebenarnya sudah sangat lumrah, termasuk di pasar Indonesia.

"To be perfectly honest, barang palsu dari China sebenarnya bukan barang baru di ITC kita. Oleh karena itu, kalau akhirnya ternyata barang yang muncul di TikTok itu adalah versi dupe, sebenarnya tidak akan terlalu mengubah pasar yang ada sekarang. Paling hanya muncul sebuah cluster baru. Kalau kita ke Mangga Dua, mungkin akan ditemui banyak barang dijual dengan embel-embel 'produk yang lagi tren di TikTok'," jelas Lynda yang juga seorang kolumnis budaya dan gaya hidup itu. n ec/rmc

Berita Terbaru

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Pemkab Mojokerto Gelontor Bantuan Pertanian dan Peternakan Komunal Senilai Rp3 Miliar

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyerahkan alokasi bantuan dengan nilai total sebesar Rp.3,2 miliar lebih untuk…

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Atasi Dampak Kemarau Panjang, Polres Blitar Salurkan 20.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau panjang, Polres Blitar Polda Jatim tunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.…

Pemkab Madiun Sosialisasikan Aturan Pengangkatan Anak, Cegah Adopsi Anak Ilegal

Pemkab Madiun Sosialisasikan Aturan Pengangkatan Anak, Cegah Adopsi Anak Ilegal

Selasa, 01 Sep 2026 15:35 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:35 WIB

SURABABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti problem sosial sekaligus sebagai upaya mengantisipasi terjadinya praktik ilegal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Lewat Program ‘Kelurahan Bersinar’, Pemkot Madiun Perkuat Pencegahan Narkoba

Lewat Program ‘Kelurahan Bersinar’, Pemkot Madiun Perkuat Pencegahan Narkoba

Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti peredaran narkotika dinilai telah merambah hingga ke wilayah pinggiran, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperkuat…

Darurat Kekeringan, BPBD Malang Mulai Distribusikan 824 Ribu Liter Air Bersih

Darurat Kekeringan, BPBD Malang Mulai Distribusikan 824 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 01 Sep 2026 15:19 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama masa tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Terapkan Konsep Eco Office, DLH Malang Siap Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Terapkan Konsep Eco Office, DLH Malang Siap Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Selasa, 01 Sep 2026 15:09 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna membangun budaya kerja aparatur sipil negara yang lebih ramah dan peduli lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…