Usai Lulus SMPN 1 Surakarta, Lanjut Sekolah Diploma di Singapura, Baru Sekolah Bisnis di Australia
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menanggapi soal usulan forum purnawirawan TNI yang meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan dari jabatannya. Dia menilai hal itu tidak tepat.
"Tapi meresolusi dengan memakzulkan menurut saya sebetulnya, izinkan saya harus menyatakan dengan segala penghormatan saya. Kurang tepat," kata Paloh kepada wartawan selepas Penutupan Program Remaja Bernegara, di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu.
Beberapa legislator yang dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (27/4) menyetujui sikap Surya Paloh.
"Memang belum ditemukan skandal yang diperbuat Mas Gibran. Saya dengar ada aktivis yang mulai utak atik ijasah Gibran di Singapura dan Australia," kata legislator NasDem asal Jatim, yang dihubungi Surabaya Pagi, Minggu (27/4).
Latar belakang pendidikan Gibran Rakabuming Raka, sedang ramai dibicarakan. Sebelum berkecimpung di dunia usaha, Gibran terlebih dahulu menempuh pendidikan tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS).
Warganet menemukan bahwa MDIS sekolah Gibran ternyata mendapat sejumlah ulasan negatif di Google. Keluhan-keluhan itu melibatkan staf yang dinilai tidak profesional, dosen yang dianggap kurang kompeten, dan adanya keterlambatan dalam pelaksanaan pengajaran
Ulasan negatif juga ditujukan pada fasilitas kampus yang dinilai kurang memadai, terutama terkait laboratorium.
Mereka mengklaim bahwa MDIS dianggap sebagai perguruan tinggi di bawah rata-rata yang sertifikat diplomanya tidak diakui oleh berbagai organisasi di Singapura.
Setelah Lulus SMPN 1 Surakarta
Menurut beberapa sumber, Gibran Rakabuming Raka, dilaporkan memang pernah menempuh pendidikan di luar negeri yakni di Singapura dan Australia. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu hijrah ke Singapura setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Surakarta.
Ia pernah memperoleh diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) atau Institut Pengembangan Manajemen Singapura pada tahun 2010, dengan gelar BSc (S1) dari Universitas Bradford yang mitra MDIS.
Gibran mengambil studi setingkat sekolah menengah atas di Orchid Park Secondary School Singapura pada 2002. Orchid Park Secondary School adalah sekolah yang berdiri pada Januari 1999 di lokasi Woodlands Ring Secondary School.
Para perintisnya terdiri dari 16 staf pengajar dan 360 siswa. Sekolah dibuka secara resmi pada tanggal 21 April 2001. Gibran, Juga pernah menempuh pendidikan di Australia.
Melansir situs resminya, Orchid Park Secondary School mengendepankan nilai-nilai integritas, belas kasih, ketahanan, rasa hormat, serta tanggung jawab. Sekolah ini mempunyai sejumlah departemen seperti aplikasi komputer dan elemen keterampilan bisnis, teknologi pendidikan, bahasa Inggris dan literatur, kemanusiaan, aains, kerajinan dan teknologi, eksekutif dan administrasi, serta departemen lainnya.
Setingkat Sekolah Menengah Atas
Setelah masa studi di Orchid Park Secondary School rampung, Gibran melanjutkan pendidikannya ke Management Development of Singapore atau MDIS pada tahun 2007. MDIS merupakan lembaga pendidikan swasta di Singapura yang menawarkan kursus persiapan, diploma, diploma lanjutan, diploma tinggi, sarjana, magister dan doktoral yang diakui secara global di berbagai disiplin ilmu.
Gibran mengambil studi setingkat sekolah menengah atas di Orchid Park Secondary School Singapura pada 2002. Orchid Park Secondary School adalah sekolah yang berdiri pada Januari 1999 di lokasi Woodlands Ring Secondary School.
Belajar di University Sydney
Setelah Gibran menamatkan studinya di MDIS pada 2007, dia lanjut belajar di University of Technology Sydney (UTS): Insearch. UTS Insearch memfasilitasi pelajar asing yang akan melanjutkan pendidikan di UTS. Melalui lembaga tersebut, para pelajar akan beradaptasi dengan sistem pembelajaran sebelum benar-benar masuk sebagai mahasiswa UTS.
Adapun University of Technology Sydney adalah kampus yang berada di jantung kawasan kreatif dan digital Sydney dan berdampingan dengan distrik pusat bisnis Sydney. Saat ini, jumlah mahasiswa di UTS lebih dari 44 ribu, menjadikannya sebagai salah satu kampus terbesar di Australia.
Melansir situs resminya, UTS merupakan bagian dari Australian Technology Network, yaitu sekelompok universitas terkemuka yang bekerja sama dengan industri serta pemerintah dalam memberikan mata kuliah yang praktis dan profesional.
UTS menawarkan lebih dari 130 program sarjana dan 210 program pascasarjana di berbagai disiplin ilmu tradisional dan yang sedang berkembang. Mulai Arsitektur, Lingkungan, Bisnis, Komunikasi, Desain, Pendidikan, Teknik, Teknologi Informasi, Studi Internasional, Hukum, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, hingga Sains.
Singgung Usulan Pemakzulan Gibran
Surya Paloh menuturkan, usulan pemakzulan Gibran sangat disayangkan keluar dari para purnawirawan TNI. Menurut Paloh, Gibran tidak punya skandal apapun.
"Ya sayang sekali, dengan seluruh penghormatan saya pada para senior. Karena tidak ada skandal yang menjadi suatu hal tuntutan agar pemakzulan. Ya kalau nggak ada ini kan satu pasangan paket," katanya.
"Kita telah menyegerakan Pemilihan Umum, Pilpres, Pileg, terpilih, mulai bekerja. Terlepas apakah itu ada output kinerjanya lemah, setengah lemah, kuat. Itu masalah lain," sambungnya.
Secara Konstitusional Gibran Pemimpin Sah
Ketua MPR RI yang juga Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menanggapi adanya tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang menyerukan pergantian wakil presiden dalam masa jabatan. Muzani menegaskan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah Presiden dan Wakil Presiden RI yang sah.
"Ketika pemilihan presiden, yang kita pilih adalah calon presiden dan calon wakil presiden. Ketika dinyatakan menang, yang dinyatakan menang adalah presiden terpilih dan wakil presiden terpilih," kata Muzani mengawali pendapatnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2025).
Muzani menyebut secara konstitusional Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka adalah pemimpin sah yang ditetapkan oleh negara. Ia menyebut tak ada persoalan terkait hal itu.
Elite Politik Mabuk Kekuasaan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga menyinggung para pejabat dan elite politik saat ini untuk tidak mabuk kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadinya saja.
Paloh menekankan pentingnya ilmu politik diajarkan kepada generasi muda.
Surya Paloh berpendapat, generasi muda merupakan orang yang diharapkannya mampu mengubah paradigma tersebut.
"Kepada siapa kita boleh berharap di negeri ini? Sekali lagi saya katakan, bukan pada orang-orang generasi seperti model saya ini. Kita tidak punya harapan banyak pada usia-usia seperti ini. Seharusnya tahu diri, jangan terus-menerus mabuk dengan kekuasaan dan keinginan membangun interest pribadi dan kelompok," kata Surya Paloh di hadapan para peserta.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyinggung para pejabat dan elite politik saat ini untuk tidak mabuk kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadinya saja. Paloh menekankan pentingnya ilmu politik diajarkan kepada generasi muda.
Singgung Sikap Generasi Muda
Paloh menilai, anak muda saat ini dapat diandalkan bila diberi pendidikan politik dengan baik. Harapan itu, kata Paloh, termasuk dengan sikap generasi muda yang mau berjuang dan memiliki idealisme kuat.
"Tapi saya ingin menaruh harapan pada remaja bangsa ini, ada remaja yang masih mempunyai dedikasi, mempunyai cita-cita yang besar dan idealisme mereka. Di sana masih ada kejujuran, masih ada keberanian, dan masih ada keinginan untuk memperbaiki dan berjuang untuk suatu negeri hebat," ungkapnya. n jk/erc/lt/cr3/rmc
Editor : Moch Ilham