Psikologi dalam Trading Futures

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi trading futures.
Ilustrasi trading futures.

i

SURABAYA PAGI, Jakarta- Psikologi dalam trading futures sering disebut sebagai “senjata rahasia” yang membedakan antara trader yang hanya beruntung sesaat dan mereka yang konsisten menghasilkan keuntungan jangka panjang. Pengendalian emosi, disiplin, manajemen risiko, dan pemahaman terhadap dinamika psikologi pasar adalah keterampilan yang harus terus diasah.

Trading bukan hanya soal seberapa pintar seseorang membaca grafik, tetapi juga seberapa kuat mental dan konsisten dalam mengikuti strategi yang telah direncanakan. Dalam dunia futures yang serba cepat dan berisiko tinggi, kekuatan mental dan kestabilan emosi adalah investasi terbaik yang bisa dimiliki seorang trader.

Sebagai ilustrasi, harga xrp usdt perp berada pada harga USD 2,3117. Kemudian pada tanggal 29 April 2025, harga xrp usdt perp menjadi USD 2,2888. Penurunan yang terjadi pada harga, jika tidak memiliki dasar psikologi trading, maka bukan tidak mungkin segera mengambil keputusan untuk cut loss.

Ilustrasi yang kedua jika ingin beli bitcoin leverage 25x pada harga 29 April 2025 dengan harga USD 95,075. Tanpa psikologi yang baik tentu akan langsung membeli, padahal terjadi penurunan harga dari tanggal 28-29 April 2025 sebesar 0,05%.

Apa Itu Trading Futures?

Dikutip dari sumber Pintu blog dan sumber lainnya, Trading futures adalah aktivitas perdagangan kontrak derivatif yang memberikan hak dan kewajiban kepada pembelinya untuk membeli atau menjual aset di masa depan dengan harga yang telah disepakati. Aset tersebut bisa berupa komoditas, indeks, mata uang, atau instrumen keuangan lainnya.
Namun, lebih dari sekadar pemahaman teknikal dan fundamental, psikologi dalam trading futures memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan seorang trader.

Mengapa Psikologi Penting dalam Trading Futures?

Pasar futures terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi, pergerakan harga yang cepat, dan kebutuhan akan pengambilan keputusan yang instan. Dalam kondisi seperti itu, emosi manusia seperti ketakutan, keserakahan, stres, dan euforia dapat menjadi penghalang besar. Trader yang tidak mampu mengendalikan emosi cenderung mengambil keputusan impulsif, melanggar strategi trading mereka sendiri, atau membiarkan kerugian terus membesar karena tidak mau cut loss.

Dalam jangka panjang, perbedaan utama antara trader sukses dan yang gagal seringkali terletak pada pengendalian psikologis, bukan pada strategi atau indikator teknikal yang digunakan.

Emosi yang Umum Dialami Trader

Berikut adalah beberapa emosi utama yang sering dirasakan oleh trader futures dan dampaknya:

1. Ketakutan (Fear)
Ketakutan sering kali muncul saat pasar bergerak melawan posisi yang sedang terbuka. Ketakutan membuat trader:

- Menutup posisi terlalu cepat dan kehilangan potensi keuntungan.
- Enggan masuk pasar meski ada sinyal jelas.
Menjadi overthinking, sehingga sulit mengambil keputusan.

2. Keserakahan (Greed)

Keserakahan mendorong trader untuk terus bertahan dalam posisi profit dengan harapan mendapat lebih banyak keuntungan, yang bisa berujung pada pembalikan harga. Efek negatif lainnya:
- Overtrading (membuka terlalu banyak posisi).
- Mengabaikan manajemen risiko demi mengejar profit cepat.
- Meningkatkan ukuran lot tanpa perhitungan yang matang.

3. Euforia

Setelah serangkaian kemenangan, trader bisa mengalami euphoria rasa percaya diri berlebih yang berbahaya. Euforia bisa membuat trader:

- Meremehkan risiko.
- Melakukan trading tanpa rencana.
- Menjadi tidak disiplin dan emosional.

4. Frustasi dan Balas Dendam (Revenge Trading)

Trader yang mengalami kerugian sering mencoba mengembalikan uang mereka dengan cepat, seringkali melalui keputusan impulsif. Ini dikenal sebagai revenge trading. Biasanya justru berujung pada kerugian lebih besar.

Disiplin: Pilar Psikologis Utama

Disiplin adalah fondasi psikologi trading yang sehat. Tanpa disiplin, bahkan strategi terbaik pun akan gagal. Disiplin mencakup:

- Mengikuti rencana trading dengan konsisten.
- Mematuhi aturan manajemen risiko (stop loss, take profit).
Tidak tergoda untuk melanggar sistem saat sedang rugi atau untung besar.

Trader profesional biasanya memiliki trading journal tempat mereka mencatat setiap keputusan, hasil, dan emosi yang mereka rasakan saat itu. Ini membantu refleksi dan perbaikan berkelanjutan.

Manajemen Risiko dan Psikologi

Manajemen risiko bukan hanya soal angka dan ukuran posisi, tapi juga berhubungan erat dengan ketenangan psikologis. Trader yang menggunakan manajemen risiko yang baik cenderung lebih tenang dalam menghadapi kerugian karena sudah memperhitungkan kemungkinan tersebut.

Contohnya:
- Mengatur risiko maksimal per trade (misalnya 1-2�ri total modal).
- Menentukan rasio risk-reward yang sehat.

Tidak membiarkan kerugian berlarut-larut (menjaga stop loss).
Ketika seorang trader tahu bahwa ia tidak akan kehilangan seluruh modal dalam satu transaksi, ia akan lebih stabil secara emosional.

Psikologi dalam Menghadapi Kerugian dan Keuntungan

1. Menghadapi Kerugian

Kerugian adalah bagian dari trading. Tidak ada sistem yang 100% akurat. Namun, trader pemula seringkali menganggap kerugian sebagai kegagalan pribadi. Mereka bisa merasa malu, kecewa, bahkan kehilangan kepercayaan diri. Pendekatan yang lebih sehat adalah menganggap kerugian sebagai biaya belajar dan bagian dari probabilitas pasar.

2. Menghadapi Keuntungan

Sebaliknya, saat mendapat keuntungan besar, banyak trader menjadi terlalu percaya diri. Mereka mungkin menambah ukuran posisi secara drastis atau menjadi ceroboh. Trader yang bijak akan tetap rendah hati, mengevaluasi keberhasilannya secara objektif, dan tidak tergoda untuk keluar dari rencana trading.

Latihan Mental untuk Trader

Psikologi yang sehat tidak terbentuk dalam semalam. Berikut beberapa latihan mental yang bisa membantu:

a. Visualisasi: Membayangkan berbagai skenario pasar dan bagaimana Anda akan meresponnya dengan tenang dan rasional.

b. Meditasi atau mindfulness: Membantu meningkatkan kesadaran dan mengelola stres.

c. Jurnal trading emosional: Mencatat emosi saat mengambil keputusan trading dan mengevaluasinya secara objektif.

d. Istirahat teratur: Menghindari kelelahan mental yang dapat menyebabkan keputusan impulsif.

Psikologi Kolektif Pasar

Selain memahami psikologi pribadi, trader juga perlu mengamati psikologi pasar secara umum, atau apa yang disebut sebagai “sentimen pasar.” Pasar adalah kumpulan keputusan ribuan bahkan jutaan orang, dan emosi kolektif ini bisa menciptakan tren.

Contohnya:
- Ketika ketakutan mendominasi, pasar bisa mengalami panic selling.
- Sebaliknya, saat optimisme membuncah, bisa terjadi bubble (gelembung harga).

Trader futures yang cerdas bisa memanfaatkan pemahaman ini untuk menentukan momen masuk dan keluar pasar yang lebih tepat.

Setelah kita mengetahui betapa pentingnya psikologi dalam trading, apalagi trading crypto dengan sifat volatilitas yang tinggi, maka diharapkan dapat dengan kuat memiliki mental untuk menerima keuntungan atau kerugian. Setelah anda memiliki psikologi yang baik, faktor kedua yang menentukan trading adalah analisa teknikal dan fundamental.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.rko

Berita Terbaru

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 21:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Darma Lautan Utama (DLU) menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha, agen, dan ekspedisi dengan mengusung tema “Tebar Keb…

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Penanganan Ritel Modern, 3 Menteri Berseberangan

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB

Mendes PDT, Stop Ekspansi ke Desa   Mendag, Minta Indomaret dan Alfamart Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih    PDIP Dukung Rencana Penghentian Indomaret d…

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Rugikan Negara Rp 200 Triliun, Eks Dirut PT Pertamina Hanya Divonis 9 Tahun

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:55 WIB

Anak Buahnya, Edward Corne (EC) selaku eks VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Divonis 10 tahun penjara    SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks D…

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kamis (26/2/2026) sore kemarin, KPK menetapkan seorang pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus s…

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan perpanjangan ini, ia berharap bunga kredit makin kompetitif sehingga penyaluran kredit UMKM bisa lebih kencang tahun ini.…

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini keluarga mampu alias keluarga kaya diminta tak mengambil beasiswa penuh. Hal ini dimaksudkan agar anggaran beasiswa bisa…