SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi, menargetkan luas lahan tanam komoditas tembakau di wilayah setempat mencapai 2.000 hektare dikarenakan cuacanya yang sangat mendukung.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, DKPP Kabupaten Ngawi Hendro Budi Suryawan juga turut mendukung lantaran peningkatan luas tanam tembakau tersebut dipengaruhi oleh animo petani untuk menanam tembakau di Kabupaten Ngawi cukup baik selama dua tahun terakhir.
Lanjutnya, ditambah musim kemarau yang cukup mendukung, yakni kering tanpa hujan sehingga sangat cocok untuk tanaman tembakau yang membutuhkan banyak sinar matahari.
"Target luas tanam tembakau di Kabupaten Ngawi pada kemarau tahun 2025 mencapai 2.000 hektare. Target tersebut naik dari tahun lalu yang mencapai 1.700 hektare," ujarnya, Minggu (04/05/2025).
Selain itu, penanaman tembakau di musim kemarau juga untuk memutus rantai penyebaran hama dan meningkatkan kesuburan tanah setelah tanam padi, petani juga lebih untung saat menanam tembakau jika dibandingkan tanaman pangan lain yang banyak membutuhkan irigasi.
Ditambah, harga jual hasil panen yang bagus, yakni sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per kilogram untuk daun tembakau rajang kering. Bahkan, tahun lalu hasil panen tembus harga hingga Rp 52.000 per kilogram untuk kualitas daun tembakau yang bagus membuat penanaman tembakau di musim tersebut semakin menguntungkan.
Sebagai informasi, DKPP Ngawi mencatat luas tanam tembakau terus meningkat dalam dua tahun terakhir saat memasuki musim kemarau mulai bulan Mei ataupun Juni. Sesuai data, tahun 2023 jumlah luas lahan tanaman tembakau mencapai 1.400 hektare yang meningkat menjadi 1.702 hektare di tahun 2024.
Adapun, sentra tanam tembakau di Ngawi terdapat di Kecamatan Karangjati, Pangkur, Padas, dan Bringin, serta beberapa rintisan di Jogorogo, Kendal, Sine, Ngrambe, dan lainnya. Total produksi tembakau tahun 2024 tercatat di kisaran 2.500-3.000 ton. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu