Kuota Penuh, Kemenag Tulungagung Tugaskan 120 ASN Guru Madrasah Mengajar di Swasta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Guru madrasah dalam kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG
Ilustrasi. Guru madrasah dalam kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti terpenuhinya kuota mengajar tingkat madrasah di negeri, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, menugaskan 120 guru madrasah berstatus aparatur sipil negara (ASN) untuk sementara mengajar di sekolah/madrasah swasta di kawasan setempat. 

“Karena kuota guru di madrasah negeri relatif aman dan penuh, maka sebagian ASN tetap mengajar di madrasah swasta, bahkan ada yang bertahan hingga pensiun,” ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Tulungagung Zaenal Fanani, Senin (05/05/2025).

kebijakan itu dipertahankan karena kuota kebutuhan guru di madrasah negeri di bawah naungan Kemenag setempat masih mencukupi. Sedangkan saat ini, total guru madrasah di Kabupaten Tulungagung sekitar empat ribu orang, terdiri atas tingkat madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliah (MA).

"Dari jumlah itu, sekitar satu ribu guru madrasah sudah berstatus ASN, sementara sisanya sebanyak tiga ribu orang masih berstatus honorer. Para ASN itu ditempatkan, baik di madrasah negeri maupun swasta, sesuai kebutuhan," jelasnya.

Dan diketahui, dari 1.000 ASN tersebut, saat ini masih tercatat 120 orang belum mendapatkan alokasi di madrasah negeri dan tetap bertugas di madrasah swasta. Kondisi ini, juga berdampak semakin sempit peluang guru baru yang ingin melamar sebagai guru tidak tetap (GTT) di lingkungan madrasah.

Meskipun guru ASN ditempatkan di madrasah swasta, katanya, seluruh hak kepegawaian tetap diberikan sesuai ketentuan, termasuk sistem penggajian yang disamakan dengan ASN lainnya di instansi pemerintah.

“Mereka tetap menerima hak sebagaimana ASN lainnya, tidak ada perbedaan,” kata dia. tl-01/dsy

Berita Terbaru

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…