SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat terkait pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas, yang kini telah terpasang 10 perangkat sistem biogas di Pamekasan
Pelaksana Tugas Kepala DKPP Kabupaten Pamekasan Indah Kurnia Suslistiorini mengungkap, pemanfaatan tersebut sebagai langkah penting mengelola sistem pertanian terpadu guna menambah manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.
Sedangkan, 10 perangkat sistem biogas yang telah terpasang diantaranya, masing-masing di Desa Tampojung Guwa, Pangereman, Tampojung Pregi, Rek Kerrek, Seddur, Kadura Barat, Klompang Barat, Klompang Timur, Potoan Laok, dan Klampar.
"Perangkat sistem yang terpasang ini tidak sama, yakni antara sistem biogas sistem 6, 12, 16, 20, 30, dan 40, karena mempertimbangkan jumlah sapi yang ada di wilayah tersebut," katanya, Senin (05/05/2025).
Dengan adanya pemanfaatan energi biogas dari limbah kotoran sapi ini, diharapkan pada masa mendatang pemanfaatan bisa menyebar ke semua peternak sapi di Pamekasan. Sehingga, para peternak tidak hanya beternak untuk mendapat keuntungan ekonomi dari usaha itu, akan tetapi mengelola segala hal yang berkaitan dengan ternak, seperti mengubah limbah kotoran sapi menjadi biogas tersebut.
Selain itu, selaras dengan program prioritas pemerintah terkait dengan ketahanan pangan dan energi. ”Kalau masyarakat bisa mengelola limbah ternak dengan baik dan menjadikannya energi, maka kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemandirian energi dan kesejahteraan peternak,” katanya.
Sebagai informasi, pengembangan biogas ini terlaksana berkat kerja sama antara Pemkab Pamekasan dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan perusahaan PT Biru Karbon Nusantara (BKN). pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu