SURABAYAPAGI.com, Malang - Tak henti-hentinya, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi sebanyak tiga kali dengan tinggi letusan hingga 700 meter di atas puncak Mahameru, yang terjadi pada pukul 04.59 WIB, pagi kemarin.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi mengungkap, meski visual letusan tidak teramati, namun kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat.
"Terjadi erupsi kembali di Gunung Semeru pada pukul 08.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl," katanya, Rabu (07/05/2025).
Hasil pengamatan kegempaan selama 24 jam terakhir hingga Selasa dini hari menyebutkan sejumlah jenis kegempaan, intensitas, amplitudo hingga durasi gempanya. Sejumlah kegempaan itu, antara lain 52 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 49-201 detik.
Kemudian 8 kali gempa embusan dengan amplitudo 4-9 mm, dan lama gempa 27-65 detik. Tercatat juga 1 kali harmonik dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 149 detik. Selain itu tercatat juga 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-20 mm, S-P 14-36 detik dan lama gempa 37-89 detik.
Bahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi tersebut masuk status Gunung Semeru yang masih Waspada atau Level II. Sehingga, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Kemudian di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Pihaknya juga turut menghimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu