Pendulum 360 dan Flying Tornado, Wahana Menantang untuk Dewasa
SURABAYAPAGI.COM, Batu - Peristiwa remaja di Jawa Timur Park 1, Batu, yang jatuh dari wahana Pendulum 360, jadi perhatian Wali Kota Batu Nurochman. Remaja asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu terjatuh dari ketinggian saat wahana berputar. Ia mengalami patah tulang. Wali Kota Batu Nurochman, memberi warning kepada pengelola wisata di kotanya, agar lebih serius dalam memastikan kesiapan wahana. Sehingga, kasus serupa tidak terulang lagi ke depannya.
"Saya kira itu jadi early warning buat para pengusaha pariwisata agar sungguh-sungguh mempedomani SOP, amdal ketika merilis destinasi atau wahana baru, kesiapannya harus benar-benar sempurna karena wahana itu harusnya maksimal," kata Nurochman, kemarin (8/5/2025).
Wali Kota Batu Nurochman memperingatkan agar pengelola wisata lebih serius dalam memastikan kesiapan wahana. Sehingga, kasus serupa tidak terulang lagi ke depannya.
Nurochman menyampaikan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, baik Pemerintah Kota Batu maupun para pengelola wisata. Pihaknya juga akan melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan keamanan wahana-wahana di obyek wisata.
"Saya akan perintahkan dinas terkait untuk melakukan pengecekan berkala (lebih masif) ke obyek-obyek wisata di Kota Batu," lanjutnya.
Sementara itu, terkait dengan penyidikan insiden Jatim Park 1 tersebut masih terus dilakukan oleh pihak Polres Batu. Total sudah ada 14 saksi yang diperiksa, mulai dari korban berinisial RDP (13), orang tua korban, operator, kapten operator wahana, tim medis, hingga manajemen pengelola wisata hingga HRD Jatim Park.
Dalam pendalaman kasus ini, pihak kepolisian juga melibatkan saksi ahli dari pakar hukum Universitas Brawijaya (UB). Sampai saat ini, masih belum diketahui secara pasti apa penyebab pengunjung tersebut bisa terjatuh dari wahana 360° Pendulum.
Kabar yang diperoleh Surabaya Pagi, hari Kamis (8/5) remaja yang jatuh dari wahana Pendulum 360 di Jatim Park 1, Batu, dapat mendapatkan asuransi. Pihak Jatim Park telah menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh perawatan medis korban, termasuk ditanggung oleh Jasa Raharja sesuai prosedur yang berlaku. Selain itu, Jatim Park juga menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan mendalam kepada korban dan keluarga.
Terlempar dari Kursinya
RDP, pelajar asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, terlempar dari kursinya ketika wahana sedang bergerak. Ia duduk di kursi nomor 5. Meski sabuk pengaman sempat dicek oleh operator, sabuk tersebut tiba-tiba terlepas saat wahana berada di ketinggian.
Korban jatuh dari ketinggian wahana sekitar 1,5-2 meter itu mengalami luka patah tangan dan kaki bagian kanan. Usai kejadian itu, operasional wahana ekstrem tersebut dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Wahana Kecepatan Tinggi dan Menegangkan
Konfirmasi Surabaya Pagi ke manajemen Jatim Park 1, Kamis (8/5), perusahaan ini menawarkan berbagai wahana, mulai dari yang cocok untuk anak-anak seperti Mini Train dan Convoy Car, hingga wahana yang lebih menantang seperti Pendulum 360 dan Flying Tornado untuk dewasa.
Wahana yang berputar dan berayun ini dengan kecepatan tinggi, memberikan pengalaman menegangkan.
Ada Roller coaster yang melaju dengan kecepatan tinggi dan membuat pengunjung berputar-putar. Juga ada Roller coaster dengan tema tambang emas.
Selain Roller coaster yang melaju dengan kecepatan tinggi dan memiliki desain seperti Superman. Termasuk Sky Ride: Wahana yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan sensasi berjalan di atas awan.
Macam Insiden di Tempat Wisata
Ada juga insiden lain bisa berupa kebakaran, seperti yang terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo karena penggunaan flare.
Insiden di tempat wisata bisa berupa kecelakaan, seperti yang terjadi di DH Garden Kuningan di mana mobil jatuh ke jurang dab menyebabkan empat orang tewas.
Ada kecelakaan di Kenjeran Surabaya yaitu pengunjung jatuh dari wahana seluncuran air yang ambruk.
Sedikitnya 16 orang yang sedang melintas di dalam terowongan air di permainan itu jatuh dari ketinggian sepuluh meter dan luka-luka.
Perawatan Karena Pandemi COVID-19
Kata seorang pengamat wisata asal Surabaya, tidak beroperasinya sejumlah tempat wisata yang membuat insiden karena pandemi COVID-19 dalam waktu cukup lama, diduga menjadi salah satu penyebab tidak adanya kajian dan pemeriksaan kesiapan dan keamanan peralatan bermain di lokasi wisata.
Elien, Ketua Wilayah Health Safety Environment (HSE) Jawa Timur, mengatakan setiap tempat wisata yang memiliki wahana bermain wajib memiliki dan menerapkan peraturan standar sebelum memulai operasional tempat wisatanya.
Diduga insiden di sektor pariwisata pasa covid-19, dipicu, peraturan yang tumpang tindih, kurangnya kualitas SDM, kurangnya publikasi, belum baiknya infrastruktur dan masih kurangnya investasi peremajaan wahana. n ma/bt/ml1/rmc
Editor : Moch Ilham