Imigrasi Surabaya Amankan WNA Tiongkok Diduga Gunakan Izin Tinggal Fiktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
WNA Tiongkok diamankan di Surabaya karena diduga gunakan perusahaan fiktif untuk izin tinggal. SP/Achmad Adi 
WNA Tiongkok diamankan di Surabaya karena diduga gunakan perusahaan fiktif untuk izin tinggal. SP/Achmad Adi 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial DC, yang diduga menyalahgunakan izin tinggal sebagai investor di Indonesia. DC mengaku sebagai Direktur PT. L.B. dan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) sejak 2022, namun tidak dapat menunjukkan paspor kepada petugas.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengawasan administratif berbasis sistem keimigrasian.

"Data menunjukkan indikasi keberadaan WNA yang disponsori oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) berinisial PT. L.B., yang patut diduga tidak memiliki aktivitas usaha sesuai dokumen," ujar Novianto, Kamis (22/5/2025).

Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian kemudian melakukan pengecekan ke alamat perusahaan di kawasan Rungkut, Surabaya. Hasilnya, lokasi tersebut hanya berupa rumah kosong tanpa aktivitas bisnis.

Setelah pemantauan selama lima hari, petugas akhirnya mengamankan DC. Dari hasil pemeriksaan, kuat dugaan DC telah memberikan data tidak benar dalam proses pengajuan izin tinggalnya.

"Ini merupakan pelanggaran Pasal 123 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," tegas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto.

Agus menambahkan, Imigrasi tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran keimigrasian, terutama yang berpotensi merusak tatanan investasi dan hukum.

"Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menindak tegas penyalahgunaan izin tinggal. Tidak ada kompromi," ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, pihak Imigrasi juga berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menelusuri legalitas PT. L.B., yang diduga merupakan perusahaan fiktif.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menertibkan pelanggaran keimigrasian, khususnya terhadap perusahaan PMA bodong dan WNA yang memberikan data palsu di wilayah Jawa Timur. Ad

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…