Terlalu Banyak Lakukan Penyelewengan Hingga Korupsi
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo menyatakan, semua orang menyadari betapa besar kekayaan bangsa Indonesia, tapi menurutnya masih banyak tantangan dan kekurangan. Salah satu kekurangan yang besar adalah sikap dan mental elite bangsa utamanya mereka yang memegang jabatan penting terlalu banyak melakukan penyelewengan hingga korupsi.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sangat besar sekali. Sayangnya, kekayaan itu banyak dicuri oleh koruptor yang disebutnya sebagai maling-maling yang mencuri uang rakyat.
"Kekurangan kita adalah menurut pendapat saya sikap dan mental elite bangsa kita, utamanya mereka yang memegang jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat, dan mandataris rakyat. Saya Presiden Republik Indonesia melihat masih banyak penyelewengan, korupsi, manipulasi, yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan, di tubuh kekuasaan," ungkap Prabowo, saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).
Upacara ini digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2025) pukul 09.15 WIB. Prabowo memasuki lapangan upacara bersama Gibran dan Megawati, yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Tokoh lain yang hadir dalam upacara adalah Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan B Najamuddin, Menko PMK Pratikno, Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Selain itu, hadir Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Unsur Pemerintah Berbenah Diri
"Kekayaan kita sekali lagi besar sekali, tapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat dan untuk itu saya bertekad akan menertibkan semua itu," tegas Prabowo.
Padahal menurutnya, dengan modal kekayaan bangsa yang besar, dia percaya Indonesia akan menjadi negara hebat dengan kapasitas ekonomi yang besar. "Kekayaan kita besar, dalam beberapa tahun ini kita akan bangkit menjadi negara hebat, itu keyakinan saya," kata Prabowo.
Dalam kesempatan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo memberikan imbauan tegas kepada para pejabat di dalam pemerintah untuk kembali ke nilai luhur yang tertuang dalam Pancasila. Dia meminta adanya perbaikan sistem dari masing-masing instansi.
"Saya pada kesempatan ini ingin sampaikan justru di hari besar ini saya sebagai mandataris rakyat saya disumpah di hadapan rakyat untuk tegakkan UUD dan semua perundangan di republik ini, saya akan laksanakan sumpah tersebut dengan tidak ragu-ragu," sebut Prabowo.
Tidak Setia Kita Singkirkan
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menekankan agar semua unsur di pemerintah berbenah diri, pihaknya akan menindak semua pelanggaran. Bahkan, Prabowo menegaskan dirinya tak ragu-ragu untuk menyingkirkan pihak-pihak yang melakukan pelanggaran.
Prabowo lantas meminta masyarakat khususnya kelompok pemuda agar mendukung aksi pemberantasan korupsi yang sedang dilakukan pemerintah. Ia mengatakan langkah itu dilakukan semata untuk mewariskan Indonesia yang bersih tanpa korupsi.
"Kita sekarang berjuang melawan korupsi supaya Anda mengambil alih negara dalam keadaan baik, kuat, tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia, mari kita bersatu," tuturnya.
Prabowo pun meminta masyarakat untuk melaporkan seluruh bentuk penyelewengan para pejabat atau pemimpin yang ada di sekeliling mereka.
"Jangan ragu-ragu. Melihat pejabat pemimpin melanggar, laporkan. Sekarang kita punya teknologi. Setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget, kalau ada bukti segera siarkan. Jangan mau terima penyelewengan, jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," katanya.
"Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu, tanpa pandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, partai mana, suku mana, yang tidak setia kepada negara, yang langgar Undang-undang dan Undang-undang Dasar akan kita tindak," pungkas Prabowo. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham