SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Anggota DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti secara mendadak melakukan kunjungan kerja ke Rumah Vokasi Kadin Cabang Gresik di Jalan Panglima Sudirman pada Selasa (3/6) siang. Kunjungan senator asal Jatim kali ini dilakukan untuk memastikan program peningkatan keterampilan kerja yang diinisiasi Kadin Institute berjalan sesuai harapan, khususnya di wilayah industri seperti Kabupaten Gresik.
Kehadiran La Nyalla disambut langsung oleh Ketua Kadin Gresik Mohammad Choirul Rizal dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Gresik Zainul Arifin.
Dalam pertemuan tersebut, ketiganya membahas sejumlah isu strategis terkait kebutuhan tenaga kerja terampil di kota industri.
"Rumah Vokasi adalah bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja siap pakai. Saya ingin memastikan program ini berjalan optimal," kata La Nyalla usai diskusi di lokasi.
Selain meninjau langsung proses pelatihan dan peningkatan keterampilan di Rumah Vokasi, pria yang juga mantan Ketua DPD periode 2019-2024 melanjutkan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik di Jalan Proklamasi.
La Nyalla juga menyatakan dukungannya terhadap dua lembaga tersebut sebagai motor penggerak peningkatan kualitas SDM.
Sementara itu, Ketua Kadin Gresik Mohammad Choirul Rizal menyampaikan bahwa Rumah Vokasi saat ini tengah fokus pada program sertifikasi bagi lulusan SMK. Salah satunya adalah pelatihan kejuruan pengelasan bersertifikasi BNSP.
"Saat ini kami mendukung sertifikasi BNSP (P3) Kejuruan Las bagi 30 siswa SMK lulusan 2025 dengan kualifikasi Welder 3G. Ke depan, sektor lain juga akan kami garap," jelas Choirul.
Rizal menjelaskan, langkah ini sejalan dengan kebutuhan dunia industri di Gresik yang terus berkembang, serta menuntut tenaga kerja dengan skill spesifik dan terukur.
Kadisnaker Gresik Zainul Arifin menyambut baik kunjungan ini. Ia menilai peningkatan sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Gresik wajib, dan tidak bisa dilakukan sendiri.
"Untuk menyingkronkan banyaknya pelatihan dengan kebutuhan industri, perlu dilakukan kerjasama dengan Kadin sebagai fasilitator agar bisa memaksimalkan serapan tenaga kerja," ujarnya.
Zainul Arifin berharap, dunia industri bisa mendukung dan turut berkontribusi sarana dan prasarana untuk pelatihan peningkatan keterampilan kerja. grs
Editor : Moch Ilham