DPKP Kota Kediri Siapkan Rp 3,2 M untuk Rehabilitasi Ratusan Rumah Tidak Layak Huni

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) meyiapkan anggaran Rp3,2 miliar untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Total, ada 161 rumah yang tersebar di 3 kecamatan. Masing-masing menerima Rp20 juta.

Hari ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau tiga rumah di Tosaren dan Semampir yang menjadi sasaran bantuan sosial rehabilitasi tersebut. Mbak Vinanda mengaku cukup prihatin melihat kondisi rumah penerima manfaat yang tidak layak huni. Atapnya bocor, hingga tidak memiliki kamar mandi.

“Nanti beliau-beliau ini akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, sejumlah Rp20 juta. Tujuannya untuk merenovasi rumah-rumah beliau, karena tadi kan kita lihat bersama bahwa ada yang rumahnya ternyata atapnya tidak ada sehingga ketika hujan itu banjir. Kemudian ibu Siti (Semampir) ini juga ternyata tidak punya kamar mandi, ada juga yang kamarnya tidak punya lantai,” kata Mbak Vinanda, Selasa (10/6/2025).

Mbak Vinanda berharap melalui bantuan ini, warga kembali hidup dengan nyaman dan aman. Tak ada lagi cerita basah saat hujan, juga ancaman atap dan dinding roboh karena lapuk.

“Harapannya dengan bantuan ini, bisa membantu beliau mendapatkan rumah yang layak huni sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi beliau. Dan juga ini upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” harapnya.

Mbak Vinanda pun titip pesan agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Serta tidak ada praktik-praktik kecurangan dari oknum-oknum nakal.

“Saya juga titip pesan kepada bapak Lurah bapak Camat, bapak Perkim, bantuan sosial ini dan proses ini harus selalu diawasi sehingga betul-betul untuk membangun rumah. Jangan sampai ada potongan, karena tujuan diberikannya bantuan ini untuk merenovasi rumah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas alumnus Magister Kenotariatan UNAIR Surabaya itu.

Menjawab instruksi Mbak Vinanda, Kepala DPKP Kota Kediri Hery Purnomo memastikan akan melakukan pengawasan ketat selama proses rehabilitas RTLH.

Untuk tahap awal, Hery mengatakan ada 100 penerima manfaat yang akan segera menerima pencairan dan memulai renovasi.

“Insya Allah minggu ini, rencana realisasi pencarian bantuan berupa uang, kemudian nanti didampingi pendamping untuk merealisasikan pembangunan yang ada,” jelas Hery.

“Seperti yang disampaikan Mbak Wali, kita pastikan tidak ada potongan apapun dan kami dari Perkim juga akan turun mengawasi secara terus-terusan dan memastikan itu terbangun dengan nilai Rp20 juta,” tambahnya.

Sementara itu, 61 rumah lainnya, Hery akan terus melakukan pendataan. Sebab, sesuai tradisi yang dipercaya sebagian masyarakat, ada pantangan dalam merenovasi rumah pada bulan Suro, sesuai penanggalan Jawa.

“Dari 161 yang sudah kita siapkan 100. Yang 61 kita upayakan hari ini kita selesaikan administrasinya. Tapi untuk target kita akan data lagi, karena terkadang, mohon maaf orang Jawa kalau Suro, nah itu mundur. Kalau itu mundur uang juga tidak akan kami transfer dulu,” terangnya.

Terkait teknis pengerjaan, Hery memastikan akan menerapkan perputaran ekonomi di wilayah setempat. Selain tenaga, pembelian material juga berasal dari toko sekitar rumah sasaran.

“Tenaga kita ambilkan dari tenaga setempat, kanan kiri termasuk pembelian material, kanan kiri, tetangga kalau bisa. Kita upayakan terdekat sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan di sekitar,” tandasnya.

Untuk diketahui, total ada 161 rumah tidak layak huni yang menjadi sasaran bantuan rehabilitasi ini. Masing-masing tersebar di tiga kecamatan dengan ketentuan aspek Aladin, atap lantai dinding yang sangat memprihatinkan. 23 di antaranya di Tempurejo, Kecamatan Pesantren, yang sekaligus sebagai upaya pengentasan kawasan kumuh. Can

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…