Polri Ternyata Ikut Optimalisasi Penerimaan Negara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Menkeu Berbunga, Karena Optimalisasi Penerimaan Negara Berkaitan Erat dengan Pemberantasan Korupsi 

 

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara mendampingi kementerian dalam meningkatkan penerimaan negara di berbagai sektor. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyambut positif pembentukan Satgassus Penerimaan Negara di bawah kepemimpinan Kapolri.

"Hal yang positif untuk terus mendukung karena tadi APBN kita yang sehat harus didukung oleh penerimaan negara yang kuat," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Juni 2025 dilihat di kanal YouTube Kemenkeu, dikutip Rabu (18/6).

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/6), Herry Muryanto, eks pejabat KPK ditunjuk menjadi Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara dan Novel Baswedan sebagai Wakil Kepala. Anggota satgassus merupakan mantan pegawai KPK yang sudah mempunyai pengalaman dalam menangani kasus korupsi dan ahli dalam tata kelola pemerintahan serta sebelumnya tergabung dalam Satgassus Pencegahan Korupsi.

Anggota Satgassus Yudi Purnomo Harahap mengatakan selama 6 bulan ini satgassus telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian ESDM, termasuk yang terbaru Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam pendampingannya, Satgassus turun langsung melihat situasi lapangan di Pelabuhan di Jawa Timur pada 7-9 Mei 2025 dan Pelabuhan Benoa Bali pada 11-13 Juni 2025.

 

Dirjen Pajak Berdiskusi dengan Satgassus

Sri Mulyani mendukung inisiatif Kapolri Jenderal Sigit mengenai pembentukan satgas khusus ini. Sri Mulyani mengaku dirinya juga diundang saat pertama kali pembentukan satgas khusus oleh Polri.

"Mengenai penerimaan negara terutama adanya inisiatif dari Kepolisian mengenai pembentukan satgas khusus dan ini bukan sesuatu yang baru sebetulnya satgas khusus ini Satgassus dari Kepolisian Republik itu sebetulnya sudah dari beberapa tahun terakhir," kata Sri Mulyani.

"Karena saya termasuk yang waktu itu diundang pada saat launching pertama dan ini mungkin diperkuat lagi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Kemenkeu, Bimo wijayanto, mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara. Diskusi itu dilakukan kemarin di kantor Kemenkeu.

"Terkait Satgassus jadi kemarin sore kami sudah berdiskusi, kami undang Satgassus full team kecuali Pak Novel ke kantor kami," ujarnya.

Bimo menegaskan pihaknya berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara. Terutama, kata Bimo, koordinasi itu menyangkut mengamankan penerimaan negara baik dari sisi pencegahan maupun dari sisi penindakan.

"Kami berkomitmen untuk berkoordinasi dan bersinergi khususnya untuk mengamankan penerimaan negara baik dari sisi pencegahan maupun dari sisi penindakan," ujarnya.

 

Bantu Tingkatkan Pendapatan Negara

Pembentukan Satgassus ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk KPK sendiri. KPK menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Satgassus. Optimalisasi penerimaan negara memang berkaitan erat dengan pemberantasan korupsi.

Satgassus juga telah menjalin koordinasi dengan berbagai kementerian terkait. Beberapa di antaranya adalah Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Koordinasi ini penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan optimalisasi penerimaan negara.

 Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara bukanlah entitas yang benar-benar baru. Satgas ini merupakan pengembangan dari Satgassus Pencegahan Korupsi yang dibentuk sejak tahun 2022.

Pemerhati kepolisian Poengky Indarti meyakini Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Optimalisasi Penerimaan Negara yang dibentuk Polri dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara.

“Saya optimistis dengan adanya satgassus ini akan mampu membantu Pemerintah meningkatkan pendapatan negara karena pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki personel satgassus sudah teruji,” kata Poengky saat dihubungi dari Jakarta, Senin, (16/6/2025).

Ia mengatakan kemampuan personel satgassus telah terasah ketika dulu bertugas di KPK.

“Saya menyambut baik didirikannya Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara karena dengan adanya Satgassus yang diawaki orang-orang mumpuni dalam memberantas korupsi seperti Herry Muryanto, Novel Baswedan, dan Yudi Purnomo, Insyaallah kerja-kerja satgassus akan optimal,” katanya.

Selain itu, Poengky juga menyoroti kinerja satgassus dalam mendampingi beberapa kementerian selama enam bulan bekerja.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat membantu memberikan dukungan terhadap satgassus tersebut.

“Terutama dukungan informasi bagi kelancaran tugas-tugas satgassus,” kata Komisioner Kompolnas 2016–2020 dan 2020–2024 ini.

 

Pernah Jabat di KPK

Sebelum diberhentikan dari KPK, Herry Muryanto menjabat Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi di Komisi Pemberantasan Korupsi. Selain itu, dia juga pernah ditunjuk menjadi Deputi Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat dan Direktur Penyelidikan KPK.

Herry Muryanto masuk KPK pada 2006, setelah sebelumnya menjadi auditor investigasi di BPKP. Saat di BPKP, Herry Muryanto pernah melakukan audit investigasi penyalahgunaan BLBI, tim asset tracing FORSAT BPPN, melakukan join audit dengan Bank Indonesia, BPPN, dan beberapa lembaga lain. n jk/erc/cr4/rmc

Berita Terbaru

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…