SURABAYAPAGI.COM, Malang – Di tengah gempuran tren pernikahan modern di hotel dan ballroom mewah, KH Anas Fauzie, penghulu viral asal Malang, memilih jalan berbeda. Ia menggelar pernikahan putri keduanya, Nadya Amri Fauzie, dengan Muhammad Syihabuddin dalam balutan adat Jawa yang sarat makna. Prosesi pernikahan berlangsung penuh khidmat di lingkungan Pondok Pesantren Ar Rozzaq, Jabung, Kabupaten Malang, milik keluarga besar Anas sendiri.
Keputusan mengusung konsep adat bukan karena keterbatasan, melainkan pilihan sadar yang merefleksikan komitmen Anas dalam melestarikan budaya bangsa. “Sekarang ini banyak yang lebih memilih menikah di hotel atau gedung megah. Tapi saya ingin anak saya tetap mengenal dan mencintai adat, supaya warisan budaya kita tidak hilang dimakan zaman,” ujar Anas, saat ditemui di sela acara.
Rangkaian acara diawali dengan siraman dan pengajian keluarga pada hari sebelum akad, yang dilanjutkan dengan malam midodareni. Siraman menggunakan air dari tujuh sumber sebagai simbol penyucian diri calon pengantin.
Hari puncak digelar Jumat (20/6/2025), dimulai dengan prosesi akad nikah yang berlangsung di aula utama ponpes. Anas sendiri bertindak sebagai penghulu dan ayah mempelai wanita. Prosesi berlangsung khidmat, disaksikan keluarga besar dan para kiai sepuh.
Setelah akad, pasangan pengantin melanjutkan ke prosesi sungkeman dan panggih, dua bagian penting dalam pernikahan adat Jawa. Momen haru terjadi saat Nadya dan Syihab bersimpuh di hadapan kedua orang tua untuk memohon restu.
Menariknya, tanggal akad nikah bertepatan dengan ulang tahun ke-55 sang ibunda, istri Anas. “Saya cari hari yang baik, ternyata ketemunya Jumat, tanggal 20 Juni. Lah kok ya pas dengan tanggal lahir istri saya. Bagi saya, hari Jumat itu hari terbaik,” ungkap Anas sambil tersenyum haru.
Usai akad dan rangkaian adat, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang digelar di halaman Ponpes Ar Rozzaq. Resepsi berlangsung sederhana namun berkelas, mengedepankan nuansa religius. Lantunan sholawat dan hadrah dari grup Banjari Nasimus Shobah Malang menggantikan musik pesta modern, menciptakan suasana syahdu dan damai.
Acara ini turut dihadiri tokoh ulama, pejabat daerah, serta kolega Anas dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Semua larut dalam doa dan kebahagiaan atas bersatunya dua insan yang dijodohkan dalam ikatan suci.
Dalam acara ini juga Kolaborasi Vendor dari Sidoarjo, Surabaya, dan Malang. Kesuksesan pernikahan ini juga didukung oleh kolaborasi apik berbagai vendor dari Sidoarjo, Surabaya, hingga Malang. Koordinasi ditangani oleh LM Wedding Planner (Sidoarjo–Surabaya) yang mengatur keseluruhan alur acara dari persiapan hingga eksekusi di lapangan.
Berikut daftar vendor lengkap yang terlibat:
- Wedding Organizer & Dekorasi:
LM Wedding Planner (Sidoarjo–Surabaya), Juari Dekorasi (Malang), JR Tenda (Malang), Teja Entertainment & Dodik Sobo Terop (Malang)
- Busana & Rias Pengantin:
Whulyan (Sidoarjo), Made in Label (Sidoarjo), KD Suits (Sidoarjo), Kusuma Dewi (Sidoarjo), El-Qi Salon (Malang)
- Catering:
Karya Rasa Catering (Malang), Duta Catering (Malang)
- Dokumentasi:
Hexa Images (Surabaya), Inframe Photo (Surabaya), Devy Photography & Videography (Surabaya)
- Bunga & Souvenir:
Migha Flowers Melati Jasmine (Surabaya), Anaria Souvenir (Surabaya)
- MC (Master of Ceremony):
Ustadz Ruwiyanto & Tika Hapsari
Pernikahan ini menjadi contoh bahwa adat dan nilai tradisi tidak harus ditinggalkan demi modernitas. Sebaliknya, jika dikemas dengan tepat dan disinergikan dengan profesionalisme vendor, pernikahan tradisional justru menghadirkan keindahan tersendiri yang menyentuh batin dan membekas dalam kenangan. Ad
Editor : Moch Ilham