Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Pinggir Sungai

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengidentifikasi jenazah korban. SP/Lestariono
Petugas saat mengidentifikasi jenazah korban. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga sekitar sungai Malo di desa Sukosewu Kec Gandusari Kabupaten Blitar pada Senin (30/6) sekitar pukul 10.00 dikejutkan adanya mayat mengapung di aliran sungai Malo dengan kondisi membusuk (rusak fisiknya).

Atas temuan jasad laki laki tanpa identitas itu langsung oleh Imam Basori (68), langsung menghubungi Perangkat desa Sukosewu dan dilanjutkan lapor ke Polsek Gandusari.

Menurut keterangan Kapolsek Gandusari AKP Heru SH, melalui Kasi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi, menerangkan, penemuan mayat jenis laki laki yang saat itu belum diketahui identitasnya laporan dari warga dan perangkat desa Sukosewu, petugas Polsek dan tim Inafis Reskrim Polres Blitar langsung melakukan olah TKP, dan langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kab Blitar guna pemeriksaan awal mayat.

"Guna penyelidikan korban langsung dilakukan identifikasi, hasilnya mayat yang mengenakan kaos hijau tentara yang bertuliskan Pusdik Arhanud, kondisi mayat kaku, wajah sudah tidak bisa dikenali, kulit sudah mengelupas, jari jari tangan sebagian sudah lepas, setelah disampaikan ke warga, lewat perangkat desa, diketahui bahwa jasad itu bernama Tukijan usia 70 tahun warga desa Kotes Kec Gandusari, selanjutnya setelah jasad dirawat oleh pihak RSUD Ngudi Waluyo langsung diserahkan pada keluarganya," terang Ipda Putut pada wartawan. 

Ipda Putut menambahkan sesuai  keterangan pihak keluarga bahwa Tukijan sudah pikun, dan meninggalkan rumah sejak 20 Juni 2025 lalu, saat dicari sejak itu tidak diketahui keberadaannya.

"Sesuai keterangan pihak keluarga korban tidak pernah bepergian jauh, juga mengalami pikun karena usia, dalam pemeriksaan identifikasi, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Sedang kondisi mayat diduga sudah lama dalam air, sehingga kondisi korban rusak, dan untuk diketahui bahwa pihak korban menerima kematian korban dengan surat pernyataan atas kematian korban, dan tidak menghendaki di autopsi," Ipda Putut mengakhiri keteranganya. Les

Berita Terbaru

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam upaya membangun ekosistem ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Ledakan di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak Parah hingga 5 Orang Luka

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ledakan keras di RM Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, yang terjadi pada Selasa (6/10) sekitar…

Pastikan Pembelajaran Efektif, Pemkab Madiun Terus Evaluasi Sekolah Rakyat

Pastikan Pembelajaran Efektif, Pemkab Madiun Terus Evaluasi Sekolah Rakyat

Selasa, 06 Okt 2026 15:13 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna memastikan proses belajar dan mengajar berjalan tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Per 2026, Pemkab Catat Serapan Pembelian Tembakau di Pamekasan Capai 42.575 Ton

Per 2026, Pemkab Catat Serapan Pembelian Tembakau di Pamekasan Capai 42.575 Ton

Selasa, 06 Okt 2026 15:07 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mencatat serapan pembelian tembakau petani oleh pabrikan pada musim tanam tembakau 2026…

Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bondowoso Pastikan 74 Irpom Berfungsi bagi Petani

Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bondowoso Pastikan 74 Irpom Berfungsi bagi Petani

Selasa, 06 Okt 2026 15:06 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Di tengah ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mencari cara untuk menjaga lahan pertanian tetap…

Stok Mulai Menipis, Harga Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp60 Ribu per Kg saat Kemarau

Stok Mulai Menipis, Harga Cabai Rawit di Kota Batu Tembus Rp60 Ribu per Kg saat Kemarau

Selasa, 06 Okt 2026 13:54 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Dipicu oleh makin terbatasnya pasokan dari tingkat produsen, mengakibatkan harga komoditas cabai rawit di tingkat petani kawasan Kota…