SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Untuk yang kesekian kali, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor Pemkab Lamongan. Kali ini lembaga anti rasuah ini menyertakan 15 penyidik, untuk melakukan pemeriksaan sejumlah pejabat, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Pemkab Lantai 7, Senin (7/7/2025).
Seperti sebelum-sebelumnya, penyidik KPK untuk sampai di kantor Pemkab Lamongan mengendarai 5 mobil Innova reborn. Sekitar pukul 08.30-09.00 WIB, mobil berwarna hitam tersebut sudah terparkir rapi di halaman Pemkab Lamongan.
Kabag Hukum Setda Kabupaten Lamongan, M Rois, membenarkan kedatangan lembaga anti rasuah tersebut. Namun dirinya masih belum bisa menjelaskan terkait tujuan kedatangannya. "Iya mas, pemeriksaan," kata Rois saat dikonfirmasi awak media, Senin (07/07/2025).
Dalam pemeriksaan kali ini, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tempat dan pemeriksaan di aula Gajah Mada lantai 7, dan ada sekitar 15 orang. yang terdiri dari penyidik KPK. "Ada 15 orang. Tapi terkait apa, saya belum tahu, yang jelas kita hanya menyiapkan tempat saja dan kita tempatkan di Lantai 7," terusnya.
Sementara itu, informasi yang diterima surabayapagi.com, KPK akan melakukan pemeriksaan secara maraton selama 5 hari. Di hari pertama pada Senin (7/7/2025) ada sekitar 5 pejabat Pemkab yang diperiksa.
Ke 5 pejabat yang diperiksa di lantai 7 Kantor Pemkab, di antaranya, Sigit Hari Mardani (Kasubbag Pembinaan & Advokasi Bagian PBJ Setda), Fitriasih (Kasubbag Administrasi Pengelolaan PBJ Setda), Joko Andriyanto (Kasi Ekonomi & Pembangunan Kecamatan Glagah), Arkan Dwi Lestari (Kasi Bina Konstruksi Dinas Perkim & Cipta Karya), Rahman Yulianto (Staf Sub‑Bagian Pembinaan Advokasi ULP).
Hingga pukul 17.45 WIB, penyidikan KPK masih belum turun dari lantai 7. Sejumlah gojek tengah keluar masuk membawa makanan dan minuman, yang diduga untuk penyidik KPK.
Sekedar diketahui, pada 13-14 September 2023 melakukan penggeledahan di kantor -kantor Pemkab. Bahkan rumah dinas Bupati Yuhronur Efendi juga digeledah oleh KPK. Dalam penggeledahan di kantor Pemkab tersebut penyidik KPK keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Saat keluar terlihat mereka membawa beberapa koper dan kardus, yang diduga adalah sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan bidikan yang tengah di Lidik oleh lembaga Superbody ini.
Sehari sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim) Lamongan. Penggeledahan kantor di Jalan Ki Sarmidi Mangunsarkoro, Lamongan berlangsung selama beberapa jam, pada Rabu (13/9/2023), rumah dinas bupati Yuhronur Efendi, rumah domisili eks Kadis Perkim dan kantor pihak swasta dan kantor lantai 7.
Atas dasar penggeledahan itulah, KPK pada Jumat (15/9/2023) mengumumkan dimulainya proses penyidikan dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2017-2019.
Meski demikian saat itu, KPK belum membeberkan identitas para tersangka. Hal itu akan diumumkan setelah dilakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan terhadap tersangka. jir
Editor : Moch Ilham