SURABAYA PAGI, Gresik- Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), sukses dilaksanakan pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putri, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNESA dalam mendukung peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan inovatif berbasis kearifan lokal dan keterampilan abad 21.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Model Pembelajaran Talking Together bagi Guru MINU Trate Putri Gresik” ini diinisiasi oleh tim dosen dari UNESA, yakni Prof. Dr. Andi Kristanto, Dr. Utari Dewi, dan Husni Mubarok, Ph.D., yang juga menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan model pembelajaran Talking Together, sebuah pendekatan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan problem solving siswa melalui dialog dan musyawarah, selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
“Pendidikan formal harus adaptif terhadap kebutuhan zaman, tetapi tidak boleh tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Model Talking Together ini kami kembangkan sebagai jembatan antara keterampilan problem solving yang dibutuhkan di abad 21 dengan kearifan lokal seperti musyawarah mufakat,” ujar Prof. Dr. Andi Kristanto., dalam sesi pembukaan.
Lebih lanjut dijelaskan, Talking Together Model berakar pada paradigma konstruktivistik yang diperkaya dengan pendekatan budaya lokal. Konsep ini menjadikan diskusi sebagai sarana utama pembelajaran, dengan melibatkan siswa dalam proses berpikir bersama, mencari solusi, dan membuat keputusan secara kolektif.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, model ini dinilai sangat relevan karena mendukung terbentuknya profil pelajar Pancasila yang mandiri, gotong royong, dan bernalar kritis.
Pelatihan berlangsung dalam beberapa sesi yang meliputi pemaparan materi teoretis, studi kasus pembelajaran, simulasi praktik kelas, serta diskusi reflektif antar guru.
Para peserta yang merupakan guru-guru MINU Trate Putri tampak antusias dan aktif terlibat sepanjang kegiatan. Banyak dari mereka menyatakan bahwa metode ini memberikan perspektif baru dalam mengelola kelas dan meningkatkan partisipasi siswa.
Ketua Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama Trate Putri, Dr. H. Moch. Elvi Wahyudi, MM., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para guru guna meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di kelas. Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan dengan UNESA,” ungkapnya.
Dalam konteks perkembangan sosial media yang kian mendominasi pola komunikasi generasi muda, pelatihan ini menjadi respons penting terhadap penurunan kemampuan interaksi sosial dan berkurangnya kebiasaan berdiskusi secara mendalam.
Model pembelajaran Talking Together diharapkan mampu mengembalikan tradisi dialog dalam pendidikan serta menumbuhkan kreativitas siswa dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.
“Permasalahan yang muncul di masyarakat saat ini, termasuk menurunnya kreativitas dalam problem solving, harus dijawab dengan pendekatan yang menekankan kerja sama, empati, dan refleksi. Guru menjadi agen utama dalam membentuk karakter ini melalui pembelajaran yang bermakna,” tambah Dr. Utari Dewi.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA dalam mendukung penguatan sumber daya manusia unggul berbasis nilai-nilai Pancasila.
Dengan mengedepankan pendekatan lokal dalam strategi pembelajaran modern, pelatihan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan yang berdaya saing dan berkarakter.sb
Editor : Redaksi