Bocah Indonesia 11 Tahun, Dikagumi Klub PSG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi Rayyan Dikha, bocah yang melakukan aksi Pacu Jalur Kuantan Riau, menjadi perhatian pesepakbola di dunia, termasuk klub asal Paris, Prancis, Paris St. Germain.
Aksi Rayyan Dikha, bocah yang melakukan aksi Pacu Jalur Kuantan Riau, menjadi perhatian pesepakbola di dunia, termasuk klub asal Paris, Prancis, Paris St. Germain.

i

Menari di Ujung Perahu Melaju Kencang Karungi Sungai Berombak

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rayyan Arkan Dikha, bocah asal Desa Pintu Gobang Kari, Kuantan Tengah, Riau, mendadak mencuri perhatian publik usai aksinya menari di ujung perahu pacu jalur viral di TikTok.

Sosok anak kecil yang viral lewat tren Aura Farming di TikTok ternyata adalah Rayyan Arkan Dikha, atau yang akrab disapa Dika, anak berusia 11 tahun. Dika, merupakan penari Pacu Jalur—olahraga tradisional mendayung—untuk tim dayung Tuah Koghi.

Dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok KITA GROUP IDN, diketahui bahwa Dika mulai menari di ajang Pacu Jalur sejak 2024, menggantikan posisi kakaknya yang kini menjadi salah satu pemacu atau pendayung perahu. Penampilannya yang energik dan penuh ekspresi membuat Dika cepat dikenal di internet. Warganet bahkan menjulukinya sebagai “black shirt on boat” atau “baju hitam di atas perahu”. Ini karena gaya khasnya saat menari mengenakan pakaian adat Melayu berwarna hitam lengkap dengan kacamata hitam berdiri di ujung kapal kecil yang Karungi sungai berombak. 

Ternyata, popularitas Dika menembus batas negara.

Dia sempat diwawancarai oleh influencer asal Amerika Serikat, Cullen Honohan, lewat akun media sosial All Hail Cullen.

Dalam wawancara itu, Cullen menyebut bahwa Dika dijuluki “The Reaper”, karena dianggap mampu “mengambil jiwa” lawan-lawannya lewat penampilan menarinya yang penuh semangat. Mendengar itu, Dika dengan polos menjawab bahwa ia senang dengan julukan tersebut.

 

Bocah Penari di Ujung Kapal

Video aksi Pacu Jalur viral di media sosial. Terlihat video tentang energi bocah penari di ujung kapal itu direka ulang oleh berbagai kalangan di dunia maya. Semakin banyak pula akun dengan follower besar yang turut meramaikan tren ini di kancah internasional.

Gaya bocah yang berjoget merayakan Pacu Jalur di Riau ini disebut-sebut netizen sebagai aura farming. Meski bukan istilah formal, aura farming ini didefinisikan sebagai gaya yang memikat, unik, dan dianggap keren bagi banyak kalangan. Kepercayaan diri bocah saat berjoget ini dipandang karismatik dan lucu hingga orang-orang berinisiatif untuk mengikuti gerakan bocah tersebut.

Mudahnya gerakan ini menjadikan banyak orang meniru dan menjadikan Pacu Jalur dikenal di global.

Tersebar video tentang energi bocah penari di ujung kapal itu direka ulang oleh berbagai kalangan di dunia maya. Semakin banyak pula akun dengan follower besar yang turut meramaikan tren ini di kancah internasional.

Gaya bocah yang berjoget merayakan Pacu Jalur di Riau ini disebut-sebut netizen sebagai aura farming. Meski bukan istilah formal, aura farming ini didefinisikan sebagai gaya yang memikat, unik, dan dianggap keren bagi banyak kalangan. Kepercayaan diri bocah saat berjoget ini dipandang karismatik dan lucu hingga orang-orang berinisiatif untuk mengikuti gerakan bocah tersebut.

 

Ibunya Enggak Nyangka

Kini, pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, jadi sorotan dunia gara-gara aksi menawan penari cilik di atas perahu.

Salah satu yang paling curi perhatian adalah Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun yang akrab disapa Dikha. Aksinya di ujung jalur itu viral parah, bikin keluarga bangga level maksimal.

Ibu Dikha, Rani Ridawati (36), mengaku senang dan enggak nyangka banget anaknya bisa seviral ini.

"Ya senang, tidak menyangka juga. Bangga lihatnya," ujarnya, Senin (7/7/2025).

Dikha yang lahir pada 28 Desember 2014 ini memang sudah aktif menari di Pacu Jalur sejak tiga tahun lalu.

Kini, julukan "Aura Farming" melekat padanya karena vibes positif yang dipancarkannya di atas jalur.

Untuk bisa semahsyur sekarang, Dikha rajin banget latihan bareng anak pacuan lainnya. Seminggu tiga kali, dia asah skill biar jadi anak joki yang ciamik saat jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo berpacu.

"Ikut menari di jalur sudah 3 tahun terakhir ini. Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu," jelas Rani.

 

Rasanya Menari di Ujung Perahu

Cullen juga sempat menanyakan bagaimana rasanya menari di ujung perahu yang melaju kencang. Dengan percaya diri, Dika menjawab singkat, “Tetap berani dan percaya diri.” Meski begitu, ia dengan rendah hati mengakui bahwa dirinya bukanlah penari Pacu Jalur terbaik, karena masih ada orang lain yang, menurutnya, lebih hebat darinya. Kini, nama Dika tak hanya dikenal di Kuansing, tapi juga mendunia sebagai simbol semangat budaya lokal yang membanggakan.

Mengutip laman resmi kuansing.go.id, tradisi Pacu Jalur memiliki akar sejarah yang panjang. Pada abad ke-17, jalur—perahu panjang tradisional—digunakan oleh masyarakat desa di sepanjang Sungai Kuantan sebagai alat transportasi utama. Sungai ini membentang dari Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu hingga Kecamatan Cerenti di hilir. Saat itu, jalur mampu mengangkut 40 hingga 60 orang dan kerap digunakan untuk membawa hasil bumi seperti pisang dan tebu.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menggelar perlombaan adu kecepatan antar jalur, yang kemudian dikenal dengan nama Pacu Jalur. Awalnya, lomba ini digelar untuk memperingati hari besar umat Islam. Namun, pada masa penjajahan Belanda, tradisi ini dimanfaatkan untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina setiap 31 Agustus. Setelah Indonesia merdeka, Pacu Jalur menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan setiap bulan Agustus.

 

PSG Unggah Video Selebrasi Khas Dika

Perlombaan biasanya berlangsung selama dua hingga tiga hari, tergantung jumlah jalur yang berpartisipasi. Jalur sendiri dibuat dari satu batang pohon utuh dan bisa mencapai panjang 25 hingga 40 meter, dengan kapasitas 45–60 pendayung atau anak pacu.

Setiap perahu jalur memiliki formasi kru yang unik. Ada tukang concang (pemberi aba-aba), tukang pinggang (juru mudi), tukang tari (penari yang memberikan semangat dan atraksi), dan tukang onjai (penjaga irama di buritan dengan menggoyangkan badan). Mereka tampil dengan kostum penuh warna yang mencuri perhatian. Suara dentuman meriam, teriakan penyemangat, serta gemuruh sorak penonton semakin menambah semarak budaya lokal yang sarat makna ini.

Tren ini meraih perhatian dunia setelah akun resmi klub sepak bola asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), mengunggah video selebrasi para pemainnya yang menirukan gerakan khas Dika. “Auranya sampai ke Paris,” tulis keterangan dalam video tersebut, Rabu, 2 Juli 2025.

Tak hanya PSG, maskot klub Italia AC Milan juga ikut meramaikan tren ini. Dengan gaya humoris, mereka menulis, “Aura Farming 1899�curacy,” sambil menirukan gerakan tari yang sama.

Kepopuleran tren ini tak berhenti di situ. Rapper ternama KSI juga ikut menarikan gaya khas anak Indonesia tersebut, menambah panjang daftar figur internasional yang tersentuh ‘aura’ tarian Dika. Bahkan Travis Kelce, bintang NFL sekaligus kekasih Taylor Swift juga menggunakan tarian Dika setiap berhasil touchdown. Ia mengunggah video Dika yang dikompilasikan dengan aksinya. "Auranya sudah dibudidayakan," tulisnya.

Fenomena ini pun menyebar luas di TikTok, dengan ribuan pengguna dari berbagai belahan dunia, mulai dari influencer, pelajar, hingga akun resmi perusahaan, ikut serta dalam tren tersebut. Lantas, siapa sebenarnya Dika yang dijuluki ‘Aura Farming’ oleh warganet? Terlihat video tentang energi bocah penari di ujung kapal itu direka ulang oleh berbagai kalangan di dunia maya. Semakin banyak pula akun dengan follower besar yang turut meramaikan tren ini di kancah internasional.

Gaya bocah yang berjoget merayakan Pacu Jalur di Riau ini disebut-sebut netizen sebagai aura farming. Meski bukan istilah formal, aura farming ini didefinisikan sebagai gaya yang memikat, unik, dan dianggap keren bagi banyak kalangan. Kepercayaan diri bocah saat berjoget ini dipandang karismatik dan lucu hingga orang-orang berinisiatif untuk mengikuti gerakan bocah tersebut.

Mudahnya gerakan ini menjadikan banyak orang meniru dan menjadikan Pacu Jalur dikenal di global. n bas/cik/rmc

Berita Terbaru

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kota Mojokerto Resmi Luncurkan SPMB Berbasis 'RAMAH'

Wujudkan Pendidikan Bermutu, Kota Mojokerto Resmi Luncurkan SPMB Berbasis 'RAMAH'

Rabu, 20 Mei 2026 08:19 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 08:19 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (S…

Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Jubung

Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Jubung

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM  – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat melalui kegiatan distribusi bantuan di Balai Desa Jubung, K…

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Rabu, 20 Mei 2026 05:57 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:57 WIB

Surabaya Pagi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat kenaikan kunjungan wisata sebesar 12,5 persen selama pelaksanaan Surabaya Vaganza 2026 yang…

Wali Kota Kediri Jelaskan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Wali Kota Kediri Jelaskan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Rabu, 20 Mei 2026 05:55 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan penjelasan atas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Yakni, Raperda tentang…

Bupati Jember Gus Fawait Lantik Direktur Perumda Kahyangan Perkebunan

Bupati Jember Gus Fawait Lantik Direktur Perumda Kahyangan Perkebunan

Rabu, 20 Mei 2026 05:53 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:53 WIB

 SURABAYAPAGI.COM : Pelantikan direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi momentum penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung …

Presenter Daniel, akan Jajal Hybrid Fitness Cape Town Marathon

Presenter Daniel, akan Jajal Hybrid Fitness Cape Town Marathon

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Setelah sukses menaklukkan berbagai lintasan lari, presenter yang selalu tampil bugar ini bersiap untuk terjun ke dunia kompetisi hybrid…