DPRD Jatim Minta Gubernur Turun Tangan Atasi Banjir di Pasuruan, Dorong Normalisasi Sungai

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Persoalan banjir di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan. Sejumlah legislator DPRD Jawa Timur mendesak Gubernur Jatim untuk tidak tinggal diam menghadapi masalah banjir yang kerap terjadi setiap musim penghujan tiba. Mereka menilai penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bersifat seremonial kunjungan saat bencana terjadi.

"Persoalan banjir di Pasuruan tidak boleh dibiarkan. Gubernur harus turun tangan untuk mengatasi, bukan sekadar mengunjungi ketika banjir datang," tegas anggota DPRD Jatim Multazamudz Dzikri.

Ia mengingatkan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan upaya preventif sebelum musim penghujan tiba. Salah satunya adalah dengan melakukan normalisasi terhadap sungai-sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di wilayah Pasuruan.

"Mumpung belum masuk musim penghujan, ada waktu pemerintah provinsi bisa melakukan normalisasi sungai-sungai yang menjadi kewenangan provinsi di Pasuruan," ujarnya.

Disebutkan bahwa terdapat sejumlah sungai besar di Pasuruan yang menjadi langganan banjir dan masuk dalam kewenangan Pemprov Jatim, yakni Sungai Rejoso, Sungai Pekalen, Sungai Welang, Sungai Gembong, Sungai Petung, dan Sungai Baong.

“Sungai-sungai ini menjadi musibah tahunan bagi warga ketika musim hujan datang. Harapan saya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi sebelum musim penghujan datang, normalisasi harus segera dilakukan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, saat ini DPRD Jatim tengah membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Dalam kesempatan ini, dirinya mendorong agar Pemprov mengalokasikan kembali anggaran yang memadai untuk normalisasi sungai-sungai tersebut di Pasuruan.

"Jangan sampai kejadian banjir berulang hanya karena tidak ada langkah konkret dari pemerintah. Ini saatnya anggaran difokuskan pada upaya nyata penyelesaian akar masalah," pungkasnya. Rko

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…