Pemberlakuan Jam Malam Anak

Wakil Ketua DPRD Surabaya Ajak Semua Pihak Bergerak Demi Masa Depan Anak

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dokumen Humas Pemkot Surabaya sweeping anak mulai jam 22.00-04.00.
Dokumen Humas Pemkot Surabaya sweeping anak mulai jam 22.00-04.00.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Arif Fathony mengapresiasi kebijak Jam Malam Anak  di Kota Pahlawan ini. Dimana semua remaja usia di bawah 18 tahun dilarang keluar rumah mulai pukul 22.00-04.00. Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya bersifat membatasi aktivitas malam hari. Namun harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian orang tua dan memperkuat pendidikan kedisiplinan bagi generasi muda.

“Kami berharap orang tua tidak membiarkan anaknya berada di luar rumah hingga larut malam. Harus lebih peduli. Sebelum pukul 10 malam anak-anak sudah dicari dan diajak pulang,” ungkap Arif Fathoni, Kamis (13/7).

Meski berlaku sweeping, namun pendekatan humanis akan dikedepankan. Jika kedapatan melanggar dalam Pemberlakuan jam malam, sanksinya akan difoto. Orang tua dipanggil.

Jika kembali melanggar, kedapatan berkeliaran di atas pukul 22.00, Fathoni meminta meningkatkan sanksinya dengan mengambil tindakan tegas namun mendidik.

Seperti selama ini berlaku di Surabaya, pemberian sanksi sosial seperti membantu memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Liponsos.

"Namun jika yang bersangkutan kembali terjaring dalam operasi serupa, perlu ada pendekatan kedisiplinan dan pembinaan karakter bersama lembaga TNI," kata Cak Toni, sapaan Arif Fathoni.

Sampai kapan Jam Malam berlaku? Pimpinan DPRD ini berharap setidaknya sepanjang tahun 2025 harus diterapkan. Dengan evaluasi tiap triwulan. Kerja sama dengan TNI bisa dijalin.

Mengingat Surabaya memiliki markas militer seperti Koarmada II dan Kodam V/Brawijaya. Ada potensi besar untuk kerja sama dalam pembinaan karakter remaja. Harus saling menguatkan bersama Pemkot.

“Perlu pelatihan kedisiplinan. Keterlibatan TNI bisa mendorong pembentukan karakter positif agar anak-anak kita terhindar dari pergaulan yang salah," katanya.

Perlunya menghargai prestasi anak Surabaya. Generasi yang berprestasi dan disiplin harus dibangun dan diterapkan sejak dini dalam ekosistem pendidikan. Ini untuk memacu siswa untuk menjadi generasi terbaik.

Dia mendorong Pemkot Surabaya menjalin kerja sama dengan Koarmad dalam program Pelayanan Kebangsaan. Pelajar dan remaja yang berprestasi dan berdisiplin bisa menjadi peserta pelayaran ini.

Bisa menjadi ajang pembentukan karakter pemimpin kedepan, nasionalisme, kebhinekaan, geopolitik global, ancaman disintegrasi. Ada semangat untuk berprestasi agar terpilih dalam Pelayaran Kebangsaan.

Penanganan kenakalan remaja diperlukan kerja bersama dengan semua elemen masyarakat. Semua harus bergerak serentak demi masa depan anak di era teknologi informasi seperti saat ini.

Ia juga menyebut bahwa Pemkot Surabaya sudah membuktikan penanganan stunting. Bahkan penanganan covid-19 juga sudah teruji. Jika semua bergerak saling mendukung akan berhasil.

Penanganan kenakalan remaja juga diharapkan dilakukan sinergi yang sama. OPD terkait harus bergerak berkesinambungan untuk mencegah kenakalan remaja. Melindungi anak-anak Surabaya dari pergaulan negatif di era serba mudah ini.

Selain itu Arif Fathoni mendorong agar semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersinergi dengan masyarakat dalam melindungi anak-anak dari perbuatan negatif.

Langkah ini harus dilakukan untuk menguatkan program Jam Malam Anak yang akan diberlakukan di Surabaya. Nantinya masyarakat tidak perlu lagi menunggu Jam Malam untuk mendisiplinkan anak. 

Tidak hanya kenakalan remaja akibat pergaulan negatif. Lebih dari itu, era teknologi informasi berpotensi tinggi terhadap kenakalan remaja. "Mari Dinas terkait harus makin dekat dengan masyarakat," kata Fathoni.

Dia menyebut salah satunya adalah Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) harus berani mengubah strategi dan program kerjanya. Harus nyata.

Di era serba cepat saat ini, OPD yang bersentuhan langsung dengan anak dan keluarga ini harus hadir lebih cepat di tengah masyarakat. Tidak menunggu ada peristiwa baru hadir.

Dinas ini juga harus bersinergi dengan dinas lainnya, terutama dengan Dinas Pendidikan. Yang lebih penting adalah berjalan seiring juga dengan camat, lurah, dan perangkatnya untuk mengedukasi masyarakat.

Semua kanal pemerintahan harus jalan serentak untuk membentengi anak dari dampak negatif pergaulan era sekarang. 'Tradisi harus dibangun. Begitu anak belum pulang jam 22.00, orang tua harus proaktif," kata Cak Thoni

Ini perlunya saling menguatkan. Penanganan kenakalan remaja tidak bisa bersandar pada sekolah dan guru. Pemangku wilayah, orang tua, masyarakat, pranata pemerintahan level bawah.

DP5A bersama elemen masyarakat itu harus bergerak serentak mencegah kenakalan akibat salah pergaulan. "Era teknologi informasi dan pergaulan anak sekarang menjadi tantangan bersama untuk diarahkan," kata Cak Toni. Alq

Berita Terbaru

Lewat Ajang AIS 2025, Pemkot Prioritaskan Pelaku Usaha Warga Asli Surabaya

Lewat Ajang AIS 2025, Pemkot Prioritaskan Pelaku Usaha Warga Asli Surabaya

Rabu, 24 Jun 2026 12:01 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui ajang Anugerah Investa Surabaya (AIS) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengapresiasi pelaku usaha di kota setempat.…

Perkuat Ketahanan Pangan, Situbondo Dorong Petani Manfaatkan Limbah Dapur Jadi POC

Perkuat Ketahanan Pangan, Situbondo Dorong Petani Manfaatkan Limbah Dapur Jadi POC

Rabu, 24 Jun 2026 11:56 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan ketergantungan penggunaan pupuk kimia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

AHY Ditunjuk Ketua Dewan Pakar IKA UNAIR, Siap Jembatani Kampus dan Kebijakan Publik

AHY Ditunjuk Ketua Dewan Pakar IKA UNAIR, Siap Jembatani Kampus dan Kebijakan Publik

Rabu, 24 Jun 2026 09:13 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 09:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi dipercaya menjadi K…

DPRD Jatim Desak Perda BUMD Pangan Segera Dibahas, Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pertanian

DPRD Jatim Desak Perda BUMD Pangan Segera Dibahas, Dinilai Bisa Perkuat Ekonomi Pertanian

Rabu, 24 Jun 2026 08:36 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 08:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SUrabaya – DPRD Jawa Timur mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menyusun dan membahas rancangan peraturan daerah (Perda) terkait p…

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 457 tahun, dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, digelar sunatan massal, yang…

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aksi untuk mendesak dan mendukung kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disuarakan oleh relawan di mana-mana, tak…