SURABAYA PAGI Sumenep-Pemerintah Kab. Sumenep, akan kehilangan Kursi.Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sumenep, dibulan Agustus mendatang, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si bakal purna tugas, dan sejumlah ASN dilingkungan Pemerintahan sudah mulai melirik jabatan kursi panas tersebut.
Bermunculan nama-nama yang dilansir oleh beberapa media online dan cetak yang masuk di bursa calon sekdakab. Sumenep tahun 2025, nama Kadis PUTR, Ir. Eri Susanto, M.Si, disebut-sebut sangat mendominasi.
Namun saat reporter Surabaya Pagi, menemuinya diruang kerjanya, pria yang kerapkali disapa Erik itu mengaku santai-santai saja, kalau pun namanya masuk dalam bursa Casekda Kab. Sumenep.
Ia juga mengatakan, kalau dirinya sebagai ASN di Pemerintahan memiliki tugas besar untuk berbagi dalam pengabdian kepada negara dan masyarakat, tentu amanah yang diberikan ini sebagai bentuk tanggungjawab berat yang harus di pikul.
" Kita itu hidup harus bisa berbagi manfaat dengan orang banyak, sejatinya bertanggungjawab dan memberikan manfaat, sebab kita tidak akan hidup 100 tahun keatas, jabatan juga akan purna, lalu apa yang kita banggakan "
Erik mengaku, pihaknya akan fokus bekerja sebagai ASN. Dan jika nanti dipilih oleh Bupati tentu akan bekerja sesuai dengan tufoksinya sebagai jabatan baru, pokoknya santai dan fokus. Ungkapnya
Intinya, sambung dia, pekerjaan kita dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, apalagi saat ini, masih dipercaya sebagai Pemerintah yang mengabdi dan memiliki peranan penting untuk berbagi kesejahteraan anta sesama dan masyarakat. Jelasnya
" Kita jalani saja Mas, bekerja sesuai dengan perintah pimpinan, sebab kita bekerja ke pimpinan, dan memiliki tugas mulia untuk mensejahterakan masyarakat"
Makanya, kata dia, tugas pokok yang sangat mulia itu adalah pekerjaan kita yang berdampak positif yakni loyalitas dan responshif terhadap pimpinan, serta memberikan manfaat dan kenyamanan bagi sesama, itu saja. Tegasnya
"Jika bekerja menggunakan hati nurani, maka pola pikir akan lebih cemerlang dan jitu, akan selalu menemukan langkah yang riil, inovatif, penuh edukasi dan progressif".
"Intinya, kita berjalan saja, jangan melawan arus, tetap pokus, santai dan bertanggungjawab," pungkasnya.ar
Editor : Redaksi