Trump Ultimatum Vladimir Putin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Rusia untuk segera mengakhiri perang dengan Ukraina. Trump memberi waktu Rusia dalam 50 hari.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Rusia untuk segera mengakhiri perang dengan Ukraina. Trump memberi waktu Rusia dalam 50 hari.

i

Untuk Akhiri Perang dengan Ukraina, dalam 50 hari. Moskow tidak Pedulikan 

 

SURABAYAPAGI.COM, Brussels - Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya belum selesai berurusan dengan Presiden Rusia Vladimir  Putin.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Rusia untuk segera mengakhiri perang dengan Ukraina. Trump memberi waktu Rusia dalam 50 hari.

Pernyataan ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/7/2025), disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Inggris, BBC, yang dipublikasikan pada Selasa (15/7) waktu setempat, atau beberapa jam setelah Trump mengumumkan pasokan senjata baru untuk Ukraina dan mengancam Rusia dengan sanksi.

"Saya kecewa dengannya (Putin-red), tapi saya belum selesai dengannya. Tapi saya kecewa dengannya," tegas Trump dalam wawancara tersebut.

Respons terhadap ancaman Trump itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/7/2025), disampaikan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, yang juga mantan presiden Rusia dan sekutu dekat Presiden Vladimir Putin.

Medvedev menyebut ancaman Trump sebagai "ultimatum teatrikal" dan mengatakan Moskow tidak mempedulikannya.

"Trump mengeluarkan ultimatum teatrikal kepada Kremlin. Dunia bergidik, mengantisipasi konsekuensinya. Eropa yang agresif kecewa. Rusia tidak peduli," tulis Medvedev dalam pernyataan berbahasa Inggris yang diposting ke media sosial X.

Ini menjadi reaksi resmi pertama Rusia terhadap ancaman terbaru Trump, meskipun Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia sejauh ini belum memberikan tanggapan langsung.

 

Umumkan Pasokan Senjata Baru

Trump mengumumkan pasokan senjata baru, termasuk baterai antirudal Patriot, untuk Ukraina pada Senin (14/7). Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Trump mengumumkan kesepakatan di mana NATO akan membeli senjata dari AS, lalu mendistribusikannya ke Ukraina untuk membantu negara itu melawan invasi Rusia.

"Peralatan militer senilai miliaran dolar Amerika ini akan dibeli dari Amerika Serikat, untuk NATO ... dan akan segera didistribusikan ke medan pertempuran," ucap Trump, seperti dilansir AFP.

Rutte, yang mantan Perdana Menteri Belanda, mengonfirmasi kesepakatan tersebut dengan mengatakan bahwa "Eropa akan 100 persen menanggung biayanya". Dia juga menyebut Ukraina akan mendapatkan "sejumlah besar" senjata berdasarkan kesepakatan tersebut.

Tidak hanya itu, Trump juga mengancam akan memberikan sanksi kepada para pembeli ekspor Rusia kecuali Moskow menyetujui kesepakatan damai sebuah perubahan kebijakan besar yang disebabkan oleh rasa frustrasi atas serangan Rusia yang terus-menerus terhadap Ukraina.

 

Mewanti-wanti Putin

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/7/2025), Trump mewanti-wanti Putin akan ada sanksi tarif yang besar untuk Rusia jika tidak mengakhiri perang.

Trump mengatakan dia 'sangat tidak senang' dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, karena menolak mengakhiri perang dengan Ukraina. Kesabaran Trump akhirnya habis.

"Kami akan menerapkan tarif yang sangat ketat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, tarif sekitar 100 persen," kata Trump dalam pertemuan di Ruang Oval dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Pria berusia 79 tahun itu menambahkan bahwa tarif tersebut akan menjadi "tarif sekunder" yang menargetkan mitra dagang Rusia yang tersisa dengan demikian berusaha melumpuhkan kemampuan Moskow untuk bertahan dari sanksi Barat yang sudah luas.

 

Kecewa dengan Presiden Vladimir Putin

Sanksi sekunder sebesar 100 persen terhadap Rusia jika negara itu gagal mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 50 hari. Trump memberikan batas waktu 50 hari bagi Rusia untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina.

Ancaman itu, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Selasa (15/7/2025), dilontarkan Trump saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (14/7) waktu setempat.

Saat berbicara kepada wartawan dengan didampingi Rutte, Trump mengatakan dirinya "sangat, sangat tidak puas" dengan Rusia dan merasa kecewa dengan Presiden Vladimir Putin.

"Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tetapi tampaknya itu tidak akan tercapai," ucapnya.

"Jadi, berdasarkan hal itu, kita akan menerapkan tarif sekunder. Jika kita tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari, itu sangat mudah -- dan tarifnya akan mencapai 100%," tegas Trump dalam pernyataannya.

Yang dimaksud "tarif sekunder" oleh Trump adalah tarif yang menargetkan mitra dagang Rusia yang tersisa, yang berarti ini merupakan upaya untuk melumpuhkan kemampuan Moskow bertahan dari sanksi Barat yang sudah sangat berat.

Menyebut perang Ukraina yang dimulai Februari 2022 sebagai "perangnya (Joe) Biden", Trump mengatakan: "Saya ingin perang ini berakhir. Itu bukan perang saya... Saya berusaha untuk mengeluarkan Anda dari perang ini."

 

Bantu Perangi Invasi Rusia

Trump dan Rutte juga mengungkap kesepakatan di mana aliansi militer NATO akan membeli senjata dari Amerika Serikat -- termasuk baterai antirudal Patriot -- dan kemudian mengirimkannya ke Ukraina untuk membantunya memerangi invasi Rusia.

"Ini adalah peralatan militer senilai miliaran dolar yang akan dibeli dari Amerika Serikat, untuk NATO... dan itu akan segera didistribusikan ke medan perang," kata Trump.

Rutte mengatakan Ukraina akan mendapatkan "sejumlah besar" senjata berdasarkan kesepakatan tersebut, yang bertujuan untuk meredakan keluhan lama Trump bahwa AS membayar terlalu banyak untuk membantu Ukraina. Namun, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan tenggat waktu Trump, meskipun "sangat positif," masih terlalu jauh di masa depan.

"Lima puluh hari adalah waktu yang sangat lama jika kita melihat mereka membunuh warga sipil yang tidak bersalah setiap hari," kata Kallas. n afp/rtr/anl/int/rmc

Berita Terbaru

Tangani Kebakaran TNBTS, Pemkab Pasuruan Kerahkan 3 Kendaraan Tangki Air hingga Helikopter

Tangani Kebakaran TNBTS, Pemkab Pasuruan Kerahkan 3 Kendaraan Tangki Air hingga Helikopter

Rabu, 12 Agu 2026 10:56 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai langkah strategis dalam memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten…

Musim Kemarau, Pemkab Lamongan Kendalikan Distribusi Air Bengawan Jero untuk Pertanian

Musim Kemarau, Pemkab Lamongan Kendalikan Distribusi Air Bengawan Jero untuk Pertanian

Rabu, 12 Agu 2026 10:52 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berkomitmen akan segera mengendalikan distribusi air Bengawan Jero…

Turunkan Angka Stunting Anak, Pemkab Madiun Optimalkan Bulan Timbang Serentak

Turunkan Angka Stunting Anak, Pemkab Madiun Optimalkan Bulan Timbang Serentak

Rabu, 12 Agu 2026 10:42 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mempercepat penurunan angka kekerdilan anak atau "stunting", Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur mengoptimalkan…

Lewat Program KRISNA, Pemkot Surabaya Tetapkan 26 Titik Belajar untuk Masyarakat

Lewat Program KRISNA, Pemkot Surabaya Tetapkan 26 Titik Belajar untuk Masyarakat

Rabu, 12 Agu 2026 10:32 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya untuk mendekatkan akses pendidikan kepada warga yang belum menuntaskan pendidikan formal, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN

Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN

Rabu, 12 Agu 2026 10:24 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, telah mengusulkan…

Mobil Listrik Makin Banyak, Jalan Terancam? Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Skema Pajak Baru

Mobil Listrik Makin Banyak, Jalan Terancam? Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Skema Pajak Baru

Rabu, 12 Agu 2026 10:11 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Percepatan penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan fiskal dan infrastruktur yang…