Petani di Kota Batu Beralih Tanaman Imbas Lahan Apel Kian Menyusut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani di Kota Batu sedang membongkar pohon apel dan beralih ke komoditas lain. SP/ BTU
Petani di Kota Batu sedang membongkar pohon apel dan beralih ke komoditas lain. SP/ BTU

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Kota Batu yang dikenal sebagai Kota Apel, kini mulai banyak di keluhkan para petani. Pasalnya, adanya penurunan produktivitas tanaman apel hingga biaya perawatan yang lebih tinggi dari penghasilan menjadi alasan perkebunan apel di Kota Batu semakin menyusut dan banyak petani kini mulai beralih tanaman.

Penurunan jumlah produksi buah apel ini disebabkan karena banyak petani yang sudah menyerah dan memutuskan untuk beralih tanaman hingga berganti pekerjaan. Keputusan yang dipilih para petani apel di Kota Batu ini bukan tanpa sebab.

Salah satu petani apel di kawasan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, bernama Dwi contohnya. Ia baru-baru ini telah menebang pohon-pohon apel tua yang sudah tidak produktif dan berencana untuk beralih menanam sayur.

"Sudah berat mempertahankan apel. Biaya perawatan tinggi, obat-obatan mahal, panennya sedikit, kadang harganya juga rendah. Jadi yang sudah tidak produktif kami tebang, rencananya kami tanami sayuran saja," ungkap Dwi, Kamis (17/07/2025).

Selain itu, para petani juga memilih untuk menebang pohon apel yang berusia 40-50 tahun karena dinilai sudah tidak produktif dan memutuskan untuk beralih tanaman lain.

"Pohon apel yang tua ini rentan kena penyakit dan produktivitasnya menurun. Apalagi cuaca yang gak menentu seperti saat ini juga berpengaruh pada produktivitas apel. Kalau ini terus dilanjutkan tentu kita terus rugi," terangnya.

Diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, produksi buah apel setiap tahunnya mengalami penurunan signifikan. Terlihat, selama kurun waktu 4 tahun terakhir produksi apel tidak ada perbaikan dan terus anjlok.

Tercatat pada tahun 2021 produksi buah apel sebesar 350.090,88 kuintal, kemudian turun pada tahun 2022 menjadi 299.962,90 kuintal. Jumlah produksi buah apel di Kota Batu itu pun terus merosot pada tahun-tahun berikutnya.

Di mana pada tahun 2023 jumlah produksi apel hanya sebesar 218.621,79 kuintal. Penurunan jumlah produksi buah apel semakin parah pada tahun 2024, sebesar 140.285,42 kuintal.

Dalam situasi seperti ini, petani hanya bisa berharap mendapat dukungan dan solusi konkrit agar tanaman apel yang menjadi salah satu identitas Kota Batu bisa terus dipertahankan. Kalau tidak, bukan menutup kemungkinan kebun apel di Kota Batu akan habis. bt-01/dsy

Berita Terbaru

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

BPJS Kesehatan: Kemampuan Fiskal Jember Kecil Tapi Programnya Istimewa

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — BPJS Kesehatan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemkab Jember yang memadukan program jaminan kesehatan nasional dengan …

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Luncurkan Mobil Cinta, Antar Pasien Kurang Mampu Pulang Gratis

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 20:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluncurkan Mobil Cinta untuk mengantar pasien kurang mampu pulang secara gratis setelah…

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Haier dan AQUA Bidik Pasar Jawa Timur, Perdana Tampil di PRJ Surabaya 2026

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya- Pasar elektronik rumah tangga di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran penguatan bisnis Haier dan AQUA. Untuk mendekatkan diri dengan…

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Penggeledahan Beruntun KPK di Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Disasar

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Kamis (8/10/2026). Kali i…

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Pemkab Lumajang Gelontorkan Rp10 Miliar untuk Perbaiki Ruas Jalan Rowokangkung-Kalipepe

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka perbaikan ruas jalan Rowokangkung-Kalipepe sepanjang kurang lebih 6 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang…