SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati mengingatkan tantangan kota dan seruan pembangunan berkelanjutan dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-13 di Hotel Grand Surya, Kota Kediri, Jawa Timur. Bagi Kediri, Agenda ini digelar bertepatan dengan momen peringatan Hari Jadi ke-1146.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari wilayah Komisariat IV APEKSI tersebut menjadi ajang penting untuk merespons dinamika perkotaan yang semakin kompleks. “Merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami bisa menyambut kota-kota anggota APEKSI,” kata Vinanda dalam sambutannya.
Kepala daerah termuda di Indonesia ini mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 56 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah urban, dan angka ini diprediksi meningkat hingga hampir 70 persen pada 2045 berdasarkan proyeksi RPJPN Bappenas. Lonjakan populasi perkotaan tersebut dipastikan akan menambah beban terhadap layanan dasar, transportasi, perumahan, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Mengutip data Survei Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2023, ia menambahkan bahwa sekitar 35 persen kota di Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait kualitas udara dan pengelolaan sampah. Lebih dari separuh kota juga berada dalam ancaman risiko bencana akibat perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, dan krisis iklim ekstrem.
Dari sisi ekonomi, Mbak Wali, mencatat masih terdapat ketimpangan signifikan dalam indeks daya saing antarkota. “Beberapa kota tumbuh sangat cepat, sementara yang lain tertinggal,” paparnya. Sedangkan di bidang sosial, urbanisasi yang tak terkelola bisa memunculkan kantong kemiskinan baru, meningkatkan konflik sosial, hingga mengikis identitas budaya lokal.
Sejalan dengan tema Muskomwil tahun ini, Semangat Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kota Mapan (akronim dari visi kota yang maju, agamis, produktif dan ngangeni), lulusan S2 Kenotariatan Universitas Airlangga Surabaya itu menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkota untuk menciptakan kota yang tidak hanya berkembang cepat, tetapi juga tangguh dan berpihak pada warganya.
“Saya yakin kita memiliki kesepahaman bersama, bahwa kota yang kuat bukan hanya yang cepat membangun, tetapi kota yang mampu bertahan, menyesuaikan dan tetap memprioritaskan masyarakatnya.”
Muskomwil ini juga akan membahas arah kerja Korwil IV ke depan, termasuk penentuan tuan rumah Muskomwil 2026 serta pemilihan pengurus baru APEKSI periode 2025–2028. Can
Editor : Redaksi